Kamis, 11 Oktober 2012

Rindu dan Hujan


"Untuk rindu yang mengudara tanpa nama, biar hujan saja yang menghapusnya." 


Hujan slalu dikaitkan dengan kata rindu, jika ada hujan di sana pasti ada sebuah kerinduan. Entah rindu akan sesuatu, seseorang atau mungkin rindu akan hujan itu sendiri.

Saat tetes-tetes air dari langit itu berjatuhan, ada segumpal perasaan yang pecah bersamanya. Semacam perasaan yang selama ini ada tapi tak nampak adanya, complicated.

Aku suka hujan, suka nuansa senja yang diciptakannya di siang yang terik. Suka suasana romantis saat malam menjadi waktu yang dipilihnya. Juga suka aroma fajar yang mendamaikan kala ia merajai pagi, berkejar-kejaran untuk bisa menyentuh tanah yang mulai gersang.

Hujan mengingatkan aku akan banyak hal, tentang barisan kenangan yang sempat tercipta beriringan dengan jatuhnya ke bumi. Tentang kebersamaan tak bersyarat yang muncul secara tiba-tiba. Tentang kamu-kamu yang paling berharga di hati ini, mengingat tentang kita yang bertemu karena ikatan takdir-Nya yang tak terbaca sebelumnya.

Dan, ada lantunan-lantunan do'a yang indah untukku, untukmu, dan untuk kita semua. Karena saat hujan turun adalah salah satu waktu terbaik untuk diijabahnya do'a-do'a. Berharap Allah akan senantiasa menjaga kita dengan ketat, tak hanya membuat kita baik, tapi juga memberikan kita sgala yang terbaik.

1 komentar: