Pada suatu ketika, sebuah nama bulan menjadi sesuatu yang layak tuk dikenang;
Tentang suatu awal yang dimulakan,
Tentang sebuah takdir anak manusia,
Tentang tanya-tanya yang kan menemui jawabnya...
Agustus, dia kah jawabannya?
Pada suatu ketika, sebuah nama bulan menjadi sesuatu yang layak tuk dikenang;
Tentang suatu awal yang dimulakan,
Tentang sebuah takdir anak manusia,
Tentang tanya-tanya yang kan menemui jawabnya...
Agustus, dia kah jawabannya?
Aku tinggal dibumi. Tapi, carilah aku di langit. Sebab aku tertahan diantara bintang-bintang. Kau jemput aku dengan doa-doa setelah shalatmu. Kau tengadahkan tanganmu atau bersujud, berdoalah untuk memintaku. Aku tertahan dan garis batas yang membentang diantara kita selebar langit dan bumi.
Aku tinggal di bumi, tapi carilah aku dilangit. Di sepertiga malammu saat Tuhan turun ke langit bumi. Mintalah aku yang berada di genggaman tangan-Nya. Percuma mencariku di bumi, sebab kunci itu ada d langit. Kunci yang akan menghapus garis batas diantara kita. Mengubah garis yang tadinya neraka, menjadi surga.
Aku berada di tempat yang tidak bisa kau temui di bumi. Tapi kau bisa menemuiku di langit, meski bukan wujud kita yang bertemu. Melainkan doa-doa kita yang menggetarkan singgasana-Nya. Temukan aku di langit, didalam doa-doa panjangmu. Didalam harapanmu.
Meski kita tidak saling tahu nama, tidak saling tahu rupa. Jemputlah aku dilangit. Sebab aku tahu, kau mengenalku bukan karena nama dan rupa. Doa kita telah bertemu sebelum fisik kita.
Mudah bagi-Nya membuat kita kemudian bertemu. Tidak hanya bertemu namun juga disatukan. Sebagaimana doa-doa yang sebelumnya telah kita panjatkan.
Pertemuan kita yang pertama berada di langit, kan? Sekarang kau tahu, mengapa aku memintamu mencariku di langit?
- Kurniawan Gunadi -
"Kehadiranmu menguji ketaatanku, kehadiranku menguji keimananmu. Aku ujian bagimu, dan kamu ujian bagiku." - @pewski
"Ada 2 jenis kerinduan," katamu suatu hari,Pagi ini ngerempong di room Akhwat Ar-Risalah di WhatsApp, ngobrol bareng temen-temen semasa di kampus. Yang sekarang tinggalnya berjauhan, ada yang di Jakarta, Surabaya, Muara Dua, yang di Palembang pun karena kesibukan kadang jarang ketemu.
"Kerinduan pertama tersebab kita pernah merasakan sesuatu dan kita menginginkannya lagi. Kerinduan kedua tersebab kita tak pernah mengalaminya dan benar-benar ingin merasakannya. Setia menunggu dalam penantian yang lugu."
(Fahd Djibran, Revolvere Project) via status FB temen..
![]() |
| Kalo lagi sMs an sama ibu hamil, kamu kudu sabarrrr! Kadang mereka
suka ngirim pesan yang sama beberapa kali, dan ngarep kita bisa
menanggapi pesan mereka dengan jelas sejelas jelasnya. |
![]() | |
| Ini satu lagi, temen gue yang reaksinya super cepet. Jadi, gak begitu diperhatiinnya pesan orang itu apa. Note: ngambek=ngambil |
Waktu kok cepet banget yah berjalannya, semua seakan bergerak jauh meninggalkan masa lalu. Akan tetapi, kita masih saja sama. Masih tetap diam di tempat kita masing-masing, masih menjaraki hati kita dengan ruang dan waktu yang entah kapan akan terlewati. Yah, kita. :)

Tanpa terasa, air mata ini mengalir dengan derasnya. Begini yah namanya rindu. Begini yah rasanya menahan rindu.A: "Kenapa sih kalian itu baik banget?"
B: "Karena kamu juga orang yang baik, pake banget deh."
A: *blushing*
Hujan! Di sini sedang hujan, di sana?
Kau tau, ada banyak do'a-do'a yang melesat ke langit,
Dari milyaran penduduk bumi, adakah salah satu do'a itu untukku?
Kau harus tau, salah satu dari do'a-do'a yang terlantun itu ada untukmu, kawan.