Tampilkan postingan dengan label kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Agustus 2014

Hey, August

Pada suatu ketika, sebuah nama bulan menjadi sesuatu yang layak tuk dikenang;
Tentang suatu awal yang dimulakan,
Tentang sebuah takdir anak manusia,
Tentang tanya-tanya yang kan menemui jawabnya...

Agustus, dia kah jawabannya?

Rabu, 12 Februari 2014

Ada di Langit

Aku tinggal dibumi. Tapi, carilah aku di langit. Sebab aku tertahan diantara bintang-bintang. Kau jemput aku dengan doa-doa setelah shalatmu. Kau tengadahkan tanganmu atau bersujud, berdoalah untuk memintaku. Aku tertahan dan garis batas yang membentang diantara kita selebar langit dan bumi.  
Aku tinggal di bumi, tapi carilah aku dilangit. Di sepertiga malammu saat Tuhan turun ke langit bumi. Mintalah aku yang berada di genggaman tangan-Nya. Percuma mencariku di bumi, sebab kunci itu ada d langit. Kunci yang akan menghapus garis batas diantara kita. Mengubah garis yang tadinya neraka, menjadi surga. 
Aku berada di tempat yang tidak bisa kau temui di bumi. Tapi kau bisa menemuiku di langit, meski bukan wujud kita yang bertemu. Melainkan doa-doa kita yang menggetarkan singgasana-Nya. Temukan aku di langit, didalam doa-doa panjangmu. Didalam harapanmu. 
Meski kita tidak saling tahu nama, tidak saling tahu rupa. Jemputlah aku dilangit. Sebab aku tahu, kau mengenalku bukan karena nama dan rupa. Doa kita telah bertemu sebelum fisik kita.  
Mudah bagi-Nya membuat kita kemudian bertemu. Tidak hanya bertemu namun juga disatukan. Sebagaimana doa-doa yang sebelumnya telah kita panjatkan.
Pertemuan kita yang pertama berada di langit, kan? Sekarang kau tahu, mengapa aku memintamu mencariku di langit? 
- Kurniawan Gunadi -

Adalah sesuatu yang berharga, diberi kesempatan untuk bisa membaca karya-karya manis dari orang-orang keren, seperti Mas Gun ini. Tulisannya tidak terlalu nyastra seperti penulis kebanyakan, tapi justru itu, saya suka tipe tulisan seperti ini. Sederhana, tapi mengena. Andai bisa menulis sekeren itu, alangkah menyenangkannya. :)

Jumat, 30 Agustus 2013

Aku, Kamu dan Kita

"Kehadiranmu menguji ketaatanku, kehadiranku menguji keimananmu. Aku ujian bagimu, dan kamu ujian bagiku." - @pewski

Begitu seterusnya cara Tuhan, memantaskan aku dan kamu untuk semua urusan, terlebih soal hati.

Dia menjaraki aku dan kamu, menjadikan kita sepasang insan yang tak saling menyapa. Hingga jemariNya menyatuhkan kita dalam genggaman keridhoanNya, aku dan kamu akan menjadi 'kita' dalam sebuah taman indah yang Dia suka.

Baik-baiklah di sana, di tempat yang tak ku tahu di mana.

Untuk seseorang, yang slalu hadir dalam do'a-do'a yang tak bernama; kamu.


Agustus, hari ke tiga puluh

-perempuan berkerudung hitam-

Rabu, 21 Agustus 2013

[sedikit] Tentang Liburanku

Berawal dari bincang-bincang singkat saat i'tikaf, bersama seorang teman kampus yang tinggalnya di Kota PagarAlam. Fauza namanya, dia kebetulan sedang main ke Palembang dan menyempatkan diri ikut i'tikaf. Kita kaya lagi reuni gitu deh, banyak temen lama yang juga ada di masjid itu. Seru lah. Tapi ya itu, tilawahnya banyak diganti sama ngobrol-ngobrol, kita ngobrolnya di teras masjid tapinya loh.

Nah dia ini nawarin buat liburan ke tempatnya, kontan saja aku langsung kegirangan. Karena rencana buat liburan selalu gagal dan gagal. Ada ajah halangan yang ngebuat aku harus ngebatalin rencana liburanku. >,<

Di sana juga ada beberapa adik tingkat yang tertarik untuk ikutan. Dan kita mulai deh ngerencanain ini dan itu. Hmm, jujur aja sih aku gak begitu yakin kalo rencana ini akan berakhir dengan baik. Hehe..

Aku ngajakin si Dwi buat ikutan, tapi aku tau kemungkinan dia untuk ikut hanya 10% persen saja. Dia agak susah dapet izin pergi-pergi jauh dari orang tuanya. Makanya gak terlalu berharap banyak kalo dia bisa ikutan.

H-1 rencana kepergianku, tapi masih gak ada kabar apapun. Ini alamat gak bakal jadi lagi, pikirku. Eh iseng-iseng buka facebook, ternyata adik tingkatku itu ngetag aku di statusnya. Dia beneran bisa ikut ternyata, juga dua temannya yang lain. Aaaaah, love yu love yu love yu dehhh. :*


Aku langsung heboh ngehubungin temenku di Pagar Alam, pesen kursi bus, nyiapin ini dan itu. Yang jelas hal yang paling ribet itu nyiapin pakaian selama di sana, tau sendiri akhwat itu paling ribet. Harus bawa baju/gamis, rok, jilbab, lapisan jilbab, jilbab instan (bergo), kaos kaki, manset, dan yang lain-lainnya.

Dan, taraaaa! Tanggal 12 Agustus aku sama tiga adik tingkatku akhirnya berangkat jalan-jalan, kita berempat naik bus, duduk paling depan dan paling heboh pokoknya. Hahaha..

Ini pertama kali aku pergi berlibur dengan orang-orang yang gak begitu akrab denganku. Karena sebenernya aku itu baru lumayan akrab dengan adik-adik ini sejak i'tikaf beberapa malam terakhir Ramadhan, nomer hapenya ajah aku belum punya. Dan merasa ada yang agak janggal, masa iya aku liburan sama bocah-bocah ini. Apa aku udah gak punya temen lain yang seusia yak?! >,<

Tapi, semua gak jadi masalah. Selama di sana, kita beneran bisa menikmati liburan kita. Bersama mereka, sangat menyenangkan. Jalan-jalan ke Gunung, bukan sampe puncaknya tapi. Kita naik motor ke sana, pinjem motornya Fauza. Subhanallah, view nya keren banget. Ada perkebunan teh yang menghijau di pelataran kaki gunung, jalanan yang berliku serupa ular raksasa yang melingkari Gunung Dempo. Fabiayyi alaaa irobbikuma tukadziban. Coba ada kamu, pasti makin seru. :p



Kita juga mampir ke Air Terjun, ada dua air terjun yang kita datangi. Waktu ke sananya seru banget, eh pas mau pulangnya sungguh tidak menyenangkan. Aku dan temen-temen harus menaiki ratusan anak tangga yang tingginya gak kira-kira, menurut aku sih. Yang jelas sesampainya di atas, kita udah kaya lari berapa kilometer aja. Ini kaki pada pegel semua, beneran. -__-"


Walaupun kaya gitu, kita tetep seneng kok bisa berkesempatan berkunjung ke sana. Airnya itu loh, dingin gilak. Aaaah, pokoknya gak kapok deh main ke sana. Mandi di sungai, siram-siraman, terus makan siang di bebatuan.


Next time, ke mana lagi kita???

Selasa, 20 Agustus 2013

Gara-gara Facebook

Kamu punya akun facebook? Saya juga punya, dua malahan. Hehe...

Dulu aku itu termasuk salah satu pencinta berat situs jejaring sosial satu itu, hampir di tiap hal penting yang aku lewatin aku share di FB lewat status-status, yang kalo sekarang ngeliatnya ngerasa agak alay. Hahahaha..

Walaupun ada twitter, facebook tetap menempati ruang sendiri dalam hati masing-masing orang, termasuk aku. :)

Aku punya banyak 'teman' di facebook, dari ribuan teman yang aku miliki di sana paling hanya beberapa persennya saja yang bener-bener pernah berkomunikasi dan melakukan interaksi, baik itu lewat chatting, saling kirim di wall, comment, like atau share status. Selebihnya, aku dan mereka bisa dianggap 'tidak berteman'.

Nah. Gara-gara facebook, aku punya banyak teman baru. Kita gak cuma berteman di dunia maya loh, tapi juga sampai ke dunia nyata. Aku punya banyak kenalan yang sekarang menjadi teman baik, gara-gara facebook. Yah, facebook hanya medianya. Yang mengatur sgalanya tetap Allah donk, dengan skenario terbaik yang DIA tuliskan. :)

Ari namanya, dia seorang mahasiswi kebidanan di Jogja. Aku sempat nulis status tentang Jogja, dan diapun langsung meminta nomer henpon via inbox dan mengajak kopdaran. Dalam waktu yang relatif singkat, aku bertemu dengannya di Malioboro. Saat itu dia memberiku sebuah jilbab warna ungu yang sangat cantik, dan aku hanya bisa memberinya sebungkus kemplang Palembang. -___-" #GakSepadan

Lalu ada Fikri, aku biasa menyapanya dengan Ipi. Aku mengenalnya beberapa tahun yang lalu, dan sampai sekarang kita tetap kontak. H-3 lebaran kemarin, dia mengirimiku beberapa buah tangan dari liburannya di Jogja. Dia itu tinggal di Wonosobo, tapi sering banget main ke Jogja. Ada batik warna pink, sandal lucu, juga dua kotak manisan Carica yang ia kirimkan. Gadis berlesung pipi dan bertubuh mungil itu, sungguh membuat aku speechless deh.

Gak cuma yang jauh, aku juga punya beberapa teman di Palembang yang kenalnya lewat FB. Ada mb Dewi, yang kini udah aku anggap sebagai mbaku sendiri. Orangnya baik banget, care lagi sama adek-adeknya. Juga anak-anak sekampus, yang gak akrab di kampus tapi kita berteman baik di FB. Sempet kopdaran sama mereka-mereka ini, makan-makan, poto-poto, saling tukar kado, aaaah sukaaaa. >,<


Maka, nikmat Tuhan mana yang kau dustakan Ci? 
Setelah diberi manisnya ukhuwah sebagai hadiah, 
apa masih harus mencari alasan untuk tak bersyukur.

Selasa, 25 Juni 2013

Bersamamu, kawan...

"Hidup ini keras." katamu suatu hari, "Aku tau." jawabku singkat.

Maka dari itu, aku memilih bersamamu. Karena mungkin menjalani hidup yang keras tanpamu di sisi, takkan kurasa bahagianya. Maka, temanilah aku. Kita buat hidup yang keras ini menjadi lebih indah, dengan tawa dan duka kita, bersama.


Aku tau, kita tak berjalan dengan beralaskan permadani yang lembut, tak juga beratapkan payung yang nyaman, atau berhiaskan dan bertabur bunga-bunga.

Kita menjalani hidup yang sama dengan yang lain, kadang ada kerikil yang menggores luka, ada duri yang menyayat sakit. Tapi, kau harus ingat, ada juga hujan yang mendamaikan, terbit pelangi setelah guyurannya hilang. Juga ada bintang-bintang di langit malam kita yang pekat, bukankah itu juga harus kau perhitungkan.

Kelak, ada banyak hal yang kan kita lihat, hadapi dan lewati. Maka, genggam aku dengan erat. Jangan lepaskan tangan, karena kau adalah kekuatanku, kawan.

Menjelang tahun ke-7 hijrahku,
 terima kasih masih mengenggam erat tanganku. 
Aku mencintaimu, karena Allah.

Sabtu, 15 Juni 2013

Merinduimu, Teman

"Ada 2 jenis kerinduan," katamu suatu hari, 
"Kerinduan pertama tersebab kita pernah merasakan sesuatu dan kita menginginkannya lagi. Kerinduan kedua tersebab kita tak pernah mengalaminya dan benar-benar ingin merasakannya. Setia menunggu dalam penantian yang lugu."
(Fahd Djibran, Revolvere Project) via status FB temen..
Pagi ini ngerempong di room Akhwat Ar-Risalah di WhatsApp, ngobrol bareng temen-temen semasa di kampus. Yang sekarang tinggalnya berjauhan, ada yang di Jakarta, Surabaya, Muara Dua, yang di Palembang pun karena kesibukan kadang jarang ketemu.

Ada kerinduan yang diam-diam menelusuk di hati, ada air mata yang tanpa sadar mengalir membersamai hati yang rindu itu. Aaaah, teman kau akan tetap menjadi sosok istimewa di hatiku. Meski ada banyak orang-orang baru yang datang silih berganti dalam hidupku, kamu akan slalu istimewa.

Ada yang bilang, sejatinya saat kita merindukan seseorang, tidak sepenuhnya kita merindukan sosok orang itu sendiri, melainkan rindu akan moment yang sempat tercipta bersamanya. Rindu berbincang ini dan itu, bersamanya. Rindu melihat tiap ekspresi yang ditampilkan olehnya. Juga rindu segala hal tentangnya.

Maka hal tersulit dari perpisahan adalah membiasakan diri akan sebuah ketidakhadiran, membiasakan hati bahwa dia yang melambaikan tangan, akan pergi menjauh. Mungkin tidak hatinya, tapi raga yang jauh kadang membuat hati kita sulit berpaut, karena ada jarak yang menjadi benteng untuk terbayarkannya rindu-rindu akan sebuah kebersamaan.

Senin, 10 Juni 2013

Tempat Pulang

Jiwa yang lelah bersinggungan dengan banyak manusia, 
akan mencari jalan ke tempat pulang.

Hati yang resah karna dunia ataupun kecewa karna cinta, 
mencari jalan yang sama. Pulang.

Pikiran yang jenuh akan aktifitas juga akan mencari jalan yang sama, pulang.

Rumah adalah tempat pulang bagi tiap jiwa yang rindu ketenangan, 
hati yang haus akan kenyamanan, pikiran yang penat akan persoalan.

Di sana akan kita dapati wajah-wajah yang sama di tiap harinya, 
dengan beragam ekspresi serta emosi yang tak pernah sama.

Entah seburuk apa pun kita dalam pandangan orang lain, bagi mereka kita adalah kita, 
kita yang sama, kita yang diterima dengan penerimaan tanpa syarat, juga ketentuan.

Kita yang mungkin menjadi sosok yang menyebalkan bagi beberapa orang adalah kita yang sama, 
yang diperlakukan dengan baiknya oleh orang-orang di tempat bernama rumah.

Tanpa ada kata maaf ataupun terima kasih, 
tak pernah membuat mereka menjadi tak suka ataupun kesal karenanya.

Di sana. Yang bernama rumah. 
Kita akan menjadi seperti apa diri kita dan diterima seperti apa adanya kita.

Tak ada drama, pun tak ada kepura-puraan. Real. 
Tak perlu menjadi orang lain, karena akan membuat mereka merasa asing.


Kelak, rumahmu bukan hanya sebuah bangunan dengan orang-orang di dalamnya.
Di mana hatimu ingin segera pulang, ingin segera melepaskan kepenatan,
ingin segera dapati ketenangan, pun di mana jiwamu slalu terpatri padanya.

'rumah'mu ada di sini, di hatiku.
Kau bisa pulang kapan pun kau ingin, akan ada yang slalu menantimu di balik pintu. :)


*ini gambarnya apa banget deh, hahaha. biarin, blog blog aku, peduli amat sama yang lain. :p

Minggu, 09 Juni 2013

Ramadhan yang Dirindukan

Ramadhan tinggal menghitung hari, ada debaran asing di dadaku, ada perasaan bahagia yang tak terkatakan, ada wajah yang memerah membayangkan beberapa puluh hari ke depan akan seperti apa.

Entahlah, mungkin bukan hanya aku yang merasakan hal yang sama. Si dia, dia dan diaaa mungkin juga merasakan apa yang aku rasa saat ini, bahagia menanti bulan penuh berkah itu.

Ada yang dirindukan dari Ramadhan, banyak hal. Aku rindu di mana orang-orang di sekeliling senantiasa mengajak berlomba-lomba dalam kebaikan, masjid-masjid diramaikan oleh para pengejar amalan, menjaga lisan adalah suatu keharusan, dan membelenggu diri dari hal-hal yang diharamkan.

Aku rindu suasana di saat Ramadhan; saling mengingatkan sudah sampai mana hafalan, sudah di juz berapa kah tilawahnya, bagaimana dengan program berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Amalan-amalan sunnah seakan menjadi santapan sehari-hari. Suasana rumah begitu terasa hikmatnya, sayup-sayup terdengar suara ayuk yang sedang tilawah dari teras atas, ada ibu yang selalu siap dengan bermacam hidangan untuk berbuka. Tertawa bersama ketika sahur, bercerita ini dan itu, lalu shalat Subuh berjamaah. Aaaah,...

I'tikaf. Nah amalan sunnah satu ini adalah yang paling aku rindukan, dan slalu dinantikan saat Ramadhan. Menghabiskan malam-malam akhir Ramadhan di masjid bersama teman-teman yang lain, merasakan begitu tenangnya hati saat keimanan sedang baik-baiknya.

Ada yang bahkan tidak tidur, terus-menerus melakukan shalat malam dengan air mata yang tumpah ruah. Sesegukan dalam sujud. Aku yang mendengarnya dengan mata setengah tertidur ikutan menangis, juga dengan sesegukan.

Ada keluarga kecil yang membawa serta anak-anaknya ke tempat itu, mengajarkan sedini mungkin kepada mereka tentang indahnya Ramadhan. Membuat lingkaran kecil saat makan sahur, ada si kecil dengan jilbab berantakan, mata sayu, menyantap makanan seakan disuruh minum racun. Hanya bisa menahan ketawa melihat tingkahnya itu, :)

Ada si Dwi yang asyik membaca al qur'an dengan kaki yang terusan merasakan dingin yang sangat, ketika ditanya sudah berapa lembar, dia menjawab sudah 3 juz. Aku yang tadinya berguling-guling malas langsung duduk dan segera sibuk dengan al qur'an, juga meminta dia beristirahat sebentar. Biar gak ketinggalan maksudnya itu, :D

Aaaaah, aku rindu semua itu. Rindu serindu rindunya, sepertinya hatiku berdarah-darah *lebay* untuk menantikan saat-saat itu bisa terulang kembali. Dan, sepertinya tak ada yang berbeda dengan Ramadhan tahun ini. Kita masih bisa menjalani bersama, ya kan?

Sabtu, 08 Juni 2013

Teman Lama?

Beberapa waktu yang lalu lagi di DPC PKS, deket rumah sih tempatnya. Jadi sering mampir ke tempat itu. Nah, sore itu aku sama ayuk lagi ada kepentingan di sana. Kebetulan ada Kak Ronald, dia itu kakak kelasku dulu waktu di sekolah dan sekarang aktif juga di DPC ini. Ups, dia itu sudah menikah loh.

Kita cerita ini dan itu tentang sekolah, di SMP dan SMA. Dia nanya nama si A, B, C, dll. Ada yang aku kenal, tapi banyakan gak kenalnya. Gak lama kemudian ada seorang ikhwan masuk ke ruangan itu, kakak itu langsung bertanya, "Kalo kakak ini, kenal dak?" | "Aas kan? Kita itu satu angkatan di SMP 27." jawabku dengan PDnya

Dengan wajah penuh tanya si ikhwan itu ngeliat ke arahku, mungkin sambil mikir, "Ini akhwat siapa yah, kok saya gak tau." Terus, kita ngobrol-ngobrol sebentar. Dan dia masih tetep gak inget dan gak tau, si kakak itu terus-terusan ngeledekin dia karena 'melupakan teman-teman lama'.

Padahal yah, aku pun gak tau sama sekali sama dia itu. Beneran! Sehari sebelum hari itu, dia itu sempet ngisi pelatihan di tempat yang sama. Terus ayuk bilang, "Ini yang ngisi anak SMA yah Ci?" | "Bukan, mahasiswa kayaknya yuk, anak UNSRI palingan." jawabku seadanya

Sepulang acara kakakku cerita tentang acara tadi, dan dia nyebutin nama ikhwan yang ngisi pelatihan itu. Dan, akupun baru tau kalo dia itu ternyata temen SMP ku dulu. Yah aku ingat nama itu, karena pas mau reuni SMP, nama dia didaftarin sama temenku yang anak ROHIS di SMA.

Kalo dia gak kenal sama aku, wajar saja, aku juga gak kenal sama sekali sama tuh orang. Jangankan mau cerita tentang dulu, tau orangnya aja gak. Waktu SMP aku gak gaul, apalagi dia itu masuk kategori anak pinter di sekolah. Dan, anak pinter biasanya main sama anak pinter juga. Sedangkan aku, masuk kategori kelas anak-anak bandel. Pantaslah kalo kita tidak sama-sama tau, jadi biasa ajalah kawan, gak perlu ngerasa gak enakan gitu.

Aku sering kok ketemu sama temen lama, yang sebenernya gak pernah bener-bener jadi temen. Hanya satu angkatan di sekolah yang sama, gak pernah ada cerita, juga gak ada sesuatu yang bisa diingat. Ketika reuni pun, aku juga banyak gak tau sama mereka di ruangan itu, meski kita berstatus 'teman lama'. Karena jujur aku bahkan gak tau nama mereka siapa-siapa, hehehe.

Tapi, meskipun begitu aku berusaha untuk gak bilang ke orang itu, kalo aku gak kenal atau gak inget. Aku coba untuk berusaha tersenyum seramah mungkin, seakan kita adalah memang teman lama. Walaupun saat itu otakku coba manggil-manggil ingetan, tentang siapa orang yang ada di depanku ini. Oalahhhh...

Karena rasanya agak gimana gitu saat orang yang ada di depan kita, yang kita anggap sebagai seorang teman. Ternyata adalah orang yang tidak mengetahui siapa diri kita. Itu mungkin akan sedikit melukai harga dirinya, sebagai teman lama. Kalopun mau dikatakan, nanti setelah kita sudah memiliki cerita baru. Lalu kemudian katakan padanya, "Maaf yah, sebenernya aku gak tau kamu ini dulu yang mana loh."

Senin, 03 Juni 2013

#GakPenting

Kalo lagi sMs an sama ibu hamil, kamu kudu sabarrrr! Kadang mereka suka ngirim pesan yang sama beberapa kali, dan ngarep kita bisa menanggapi pesan mereka dengan jelas sejelas jelasnya.












Ini satu lagi, temen gue yang reaksinya super cepet. Jadi, gak begitu diperhatiinnya pesan orang itu apa. Note: ngambek=ngambil

Kamis, 18 April 2013

Why Do We Need Friend?


We need friends for many reasons,
all throughout the four seasons...

We need friends to comfort us,
when we are sad,
and to have fun with us when we are glad...

We need friends to give us good advices,
we need someone we can count on to treat us nice...

We need friends to remember us,
once we have passed, sharing memories that will always last

[Repost: laninalathifa]

Kamis, 21 Maret 2013

Ngegeje with Bumil

Beberapa hari ini ngerasa sepi banget, pertama karena BBku rusak lagi. Jadi dia diopname deh, keknya dia gak akan bisa sama-sama aku lagi deh untuk ke depannya. Kedua, Danish sama abi umminya pergi ke Jogja. Jadi di rumah beneran sepi deh. -___-"

Biasanya kan BBku paling berisik, selang beberapa waktu selalu bunyi, selalu kelap kelip lampu merahnya. Juga slalu ada mainan di waktu kosong, kek beberapa hari ini. Danish juga, biasanya slalu yang paling rempong di rumah. Naik tangga, berantakin kamarku, merangkak ke sana kemari. Kalo Maghrib gini biasanya slalu nungguin adzan di tipi, sambil mraktekin gaya muadzin yang di tipi. Jadi kangen, >,<

Untung aja beberapa hari ini si Nyonya Rifki (Kichan) rajin kirim sMs, jadi ada sedikit hiburanlah. Hahaha. Tapi, ada salah satu isi sMs nya yang bikin gue agak geregetan, yaitu --> "... Kemaren aku USG, si calon baby cowok perkiraan sementaro, jadi gek kalo lo punyo anak cewek be. Mangko pacak bebesan."

Ini sMs maksudnya bagus sih, jadi kalo nanti gue punya anak, bagusnya cewek ajah, biar bisa besanan sama dia gituh. Si Kiki juga emang calon ibu yang baik, anaknya masih usia 4 bulan (dalam kandungan) ajah udah sibuk dicariin jodoh.

Tapi masalahnya adalah calon besannya ini aja masih belum ketemu jodohnya, gimana gue ngerancang jodoh buat anak gue coba -____-" Ish, beneran deh tuh anak, gak nyadar apa gue kan masih gadis imut gini, udah ngajak besanan ajah dia. Huh!

Terus, tadi siang dia sMS nanyain gue lagi ngapain. Nyesel juga sih ngejawab kalo gue lagi ngantri bensin di SPBU, coba jawab ajah lagi di WS, pasti envy itu dia. Huahaha, secara dia kan tinggal di desa gituh deh. :p *evil* | Eh, pas balik gue tanya dia lagi ngapain, dia jawab dengan manisnya "Aku lagi menanti suami pulang untuk makan siang." Ini mah gue yang envy jadinya, hohoho *plaks

Dan, yang paling bikin geregetan adalah sMs berikutnya --> "Semangat ngantri bensinnya yak, sesabar kamu ngantri untuk menikah. :p" | Ini beneran deh, kalo dia maen ke Palembang. Gue cubitin dia, terus gue do'ain biar anaknya selucu Dwi dan semanis gue. Pasti kesiksa banget dia punya anak campuran gue sama Dwi, wkwkwkwk. :))

Udah lama gak ngegeje with Trio An Nahl, jadi kangen mereka. Kangen main-main kek dulu, bonceng tiga di jalanan, pulang malem, makan di pinggir jalan, melakukan hal-hal konyol bareng. Nomo nomo bogosipo, kapan yah bisa ngerasain hal kaya gitu lagi. Rasanya baru kemarin kita bergalau ria dengan skripsi, eh sekarang udah mau 2 tahun ajah lulus dari kampus.

Waktu kok cepet banget yah berjalannya, semua seakan bergerak jauh meninggalkan masa lalu. Akan tetapi, kita masih saja sama. Masih tetap diam di tempat kita masing-masing, masih menjaraki hati kita dengan ruang dan waktu yang entah kapan akan terlewati. Yah, kita. :)

Selasa, 05 Maret 2013

Tanda Sayang

Tiap kita pasti memiliki orang-orang yang disayangi juga dicintai, baik itu keluarga, teman, atau juga seseorang, mungkin?! Nah, biasanya kepada mereka yang disayangi itu sikap kita akan berbeda dengan mereka yang biasa-biasa saja, yah bukan berarti kita tidak menyanyangi mereka sih. Hanya saja biasanya ada perlakuan yang beda, terhadap orang-orang yang selama ini berada dalam lingkup kehidupan kita, *kok jadi ribet yak? :))

Menyayangi seseorang biasanya akan membuat kita menjadi sangat perhatian, ingin melindungi, juga inginkan dirinya slalu dalam kebaikan-kebaikan. Tak ingin rasanya membuat dia kecewa, apalagi sampai terluka. Hanya saja, kadang sikap kita terhadap orang itu jadi agak sedikit over. Saking sayangnya kali yak? Hihihi.

Yah, seorang sahabat yang menyayangi sahabatnya pasti inginkan yang terbaik untuk sahabatnya itu. Berharap dia akan slalu membersamai langkah kita, tak boleh stop, berbelok atau bahkan mundur. Ia harus ada di samping, mensejajarkan langkah yang kadang tak bersamaan.

Seorang ibu yang menyayangi anaknya cenderung agak sedikit 'cerewet', diingatkan terus menerus, dan berusaha agar si anak menjadi anak yang lebih baik. Walau kadang si anak tetep kekeuh dengan kebandelannya itu, ckckck, terlalu! -___-"

Tanda sayang seseorang itu berbeda-beda, ada yang dengan cara mengomel untuk mengingatkan atau dengan mendiamkan untuk menyadarkan, ada juga dengan berbicara yang baik agar bisa dipahami atau dengan mendekati hatinya agar lebih bisa diterima dengan hati juga tentunya.

Jadi keinget sama seorang Ustadz yang pernah mengisi acara di kampus, "Seorang suami itu harusnya mengingatkan istrinya, jika si istri mulai lalai dalam menjalankan perintahNya. Bukan malah didiamkan, itu baru namanya cinta. Saya pernah menegur istri saya yang tidak memakai kaos kaki ketika pergi ke warung, saya bilang ke istri saya untuk tetap menjaga aurat, sebab alasan saya menikahinya karena ketaatannya. Salah satunya indikasinya ya dengan menjaga aurat. Mungkin ini masalah yang sederhana, namun jika hal kecil kadang diabaikan maka masalah besar akan berbondong-bondong menghampiri. Begitu juga dengan seorang istri yang harusnya menegur jika suami mulai malas-malasan shalat berjamaah di masjid dan lebih memilih shalat di rumah, jika bukan kita yang memakmurkan masjid, lantas siapa?"


Jika cinta, maka ingatkanlah, tegurlah lalu do'akan agar yang dicintai slalu dalam koridor ketaqwaan. Terima kasih untuk kamu-kamu yang slalu mencintaiku, yang gak pernah bosen untuk memberikan masukan-masukan terbaik. Sungguh, aku mencintaimu karena Allah, mencintai kalian semua karena Allah. Saranghae, ^^

Rabu, 30 Januari 2013

Episode Rindu

Yah, saya akui, saya sedang rindu saat ini.
Sangat-sangat merindukan mereka,

Tanpa terasa, air mata ini mengalir dengan derasnya. Begini yah namanya rindu. Begini yah rasanya menahan rindu.

Entah, apa karena mereka itu suka nyebelin yah, atau karena mereka itu orang-orang aneh. Saya gak tau, yang jelas mereka telah menyihir saya dengan mantra kerinduan.

Padahal bangun tidur yang pertama kali keliat itu justru poto-poto mereka, yang berjejer tak rapih di dinding kamar. Kalo mo nelpon juga bisa ataupun ketemu langsung mungkin. Tapi, yang namanya rindu itu yah gitu, gak jelas maunya apa.

Mungkin semacam perasaan asing yang datang mengisi kekosongan di hati,
Entahlah, yang jelas saat ini saya sedang rindu, benar-benar rinduuuu.

Sabtu, 19 Januari 2013

Ada Jarak?



Kau tau, kawan? Bagiku jarak terjauh bagi kita itu bukan betapa jauhnya kau berada dari sisiku, meski kau ada di seberang pulau sana, meski kau tinggal di sebuah kota kecil di seberang lautan luas itu. Aku masih bisa merasa kita dekat, tak bersekat.

Namun, jarak terjauh itu jika hatiku dan hatimu tak lagi berada di frekuensi yang sama. Tak ada lagi kedekatan antara jiwaku yang gersang dan jiwamu yang damai. Pun ketika pikiranku tak lagi sejalan dengan pikiranmu.

Memahami itu tak hanya tentang mengerti, namun lebih dari itu, menerima. Menerima diri yang bergelimang kekurangan ini, menerima hati yang kadang mengeras ini, menerima pemikiran yang tak mau menurut katamu.

Yah! Menerima semuanya. Jika kita telah saling menerima, kita akan bisa saling memahami satu sama lain.

Selasa, 06 November 2012

Karena, Kamu Itu Baik


A: "Kenapa sih kalian itu baik banget?"
B: "Karena kamu juga orang yang baik, pake banget deh."
A: *blushing*

Hey kawan, mungkin kadang kamu berpikir kenapa orang-orang di sekelilingmu bersikap begitu baik kepadamu. Ketahuilah, bahwasanya kamu lah yang memantulkan kebaikan-kebaikan itu.

Karena, jika kamu bersikap baik, maka orang pun akan memperlakukan hal yang serupa kepadamu. Kalaupun ada orang yang bersikap kurang baik, mungkin saja dia adalah ujian kesabaran untukmu. Yang akan menaikkan tingkatan ketaqwaanmu di hadapan Allah.

Sabtu, 03 November 2012

Selalu Ada


Hujan! Di sini sedang hujan, di sana?
Kau tau, ada banyak do'a-do'a yang melesat ke langit,
Dari milyaran penduduk bumi, adakah salah satu do'a itu untukku?
Kau harus tau, salah satu dari do'a-do'a yang terlantun itu ada untukmu, kawan.

Rabu, 24 Oktober 2012

Manis #Repost


Cinta adalah separuh aku separuh kamu. Dan diantaranya terdapat serabut doa, yang kita panjatkan untuk masing-masing kita; setiap harinya.
-Tia Setiawati Priatna-