Tampilkan postingan dengan label menjaga hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menjaga hati. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Agustus 2013

#AwasPHP

  • PHP itu adalah Pemberi Harapan Palsu. Suka tepe tepe sama lain jenis dan dijanjiin nikah. Tapi palsu #AwasPHP 
  • PHP biasanya terjadi karena si akhwat lugu, dan si ikhwan belagu #AwasPHP 
  • Karena keseringan komunikasi atas nama dakwah, lalu muncul sebuah celah. Akhirnya lengah. Imannya terluka #AwasPHP 
  • Siapa yang salah? Dua duanya salah. Ikhwan kepedean, si akhwat mudah percaya #AwasPHP
  • Penyebabnya apa? Karena kurang tsiqah sama Allah. Janji manusia dianggap luar biasa #AwasPHP 
  • Penyebabnya apa? Karena takut kehilangan dia, yang sudah telanjur nyangkut di tiang jemuran hati kita. #AwasPHP 
  • Penyebabnya apa? Karena kurang yakin sama Allah. Ngerasa pilihannya itu sudah paling luar biasa. #AwasPHP 
  • Penyebabnya apa? Karena ikhwan merasa boleh main kapling hati seenaknya. Dan si akhwat mempersilahkannya #AwasPHP 
  • Maka kalau sudah mulai terasa ada celah menganga di hati, segera istighfar sebagai penutup lobangnya #AwasPHP 
  • Tapi kalau nekad dibiarkan masuk rasa itu, dua duanya bisa saling menikmatinya. PHP dimulai! #AwasPHP 
  • Ironisnya, Ikhwan hanya tebar janji. Tanpa bukti. Akhwat setia menunggu di kursi. Pegel deh! #AwasPHP 
  • Sehingga ladang dakwah ternodai. Berganti dengan ladang kapling hati. Siapa mengapling siapa #AwasPHP 
  • Lagian hati dikapling, gimana pasang patoknya. Dijual atau dikontrakkan? #AwasPHP 
  • Gara gara PHP fitnah merajalela. Aktivis tercoreng muka. Pelaku satu dua, yang lain kena getahnya #AwasPHP 
  • Gara gara PHP, Jodoh yang datang melamar harus tertolak oleh janji yang sudah dipasang. Menunggu yang tidak pernah datang #AwasPHP 
  • Kenapa pria melakukan PHP. Karena dia butuh banyak cadangan. Bila dengan ini gagal bisa dengan cadangan berikutnya #AwasPHP 
  • Mengapa wanita mau diPHP in. Karena kalau sudah percaya, wanita rela menanti sampai kapan saja #AwasPHP 
  • PHP inilah yang bikin GALAU yang suka membuat ikhwan dan akhwat meracau. Niat dakwahnya menjadi kacau. #AwasPHP 
  • PHP ini menyiksa pelakunya. Sudah cinta tapi tidak segera dihalalkan. Hanya makan janji berbulan bulan #AwasPHP 
  • Bagi lelaki mudah dia berjanji. Tapi bagi si akhwat janji itu adalah pegangan terakhirnya #AwasPHP 
  • PHP membuat hati lelah. Lelah menunggu orang yang ga pernah berniat datang menghampiri. #AwasPHP 
  • PHP membuat nyesek. Menanti orang yang tidak pernah berpikir akan datang menikahi #AwasPHP 
  • PHP dahsyat, bisa merobek robek kehormatan. Mengusutkan jenggot ikhwan dan membubarkan kain panjang jilbab perempuan #AwasPHP 
  • PHP itu nagih. Saat ngerasa bisa ngasih Janji, setiap ada yang cakep dikasih janji dinikahi #AwasPHP 
  • PHP harus diperangi. Ingatkan ikhwan akhwat yang terlena oleh dosa dan kemaksiatan jenis ini #AwasPHP 
  • PHP hanya malah mengotori hati. Hati yang harusnya perawan, menjadi ternoda oleh janji manis seorang ikhwan. #AwasPHP 
  • Korban PHP sudah banyak, tapi anehnya masih saja ada akhwat yang mau ngantri #AwasPHP 
  • Banyak yang rela menggalau. Hanya karena takut kehilangan dia yang super berkilau.#AwasPHP 
  • Jadi kalau kamu pelaku PHP, segeralah selamatkan hatimu. Back to Allah is the best Answer #AwasPHP
Ust. Burhan Sodiq @burhansodiq

Selasa, 20 Agustus 2013

Ingin Menjaganya

 Hati saya hanya satu, 
maka sudah selayaknya 
saya berusaha keras 
agar ia tetap terjaga dengan baik. 

Semoga kamu mengerti, 
ketika saya bersikap tegas, 
itu tak berarti saya orang yang jahat. 

Saya hanya mencoba menjaga,
apa yang harus saya jaga. 

Karena kamu, 
mungkin takkan pernah peduli 
bila nanti hati saya kan tersakiti.

-gadis bermata cokelat-

Kamis, 31 Januari 2013

Netralkan Saja!

"Mb, salah gak sih kalo kita memiliki kecenderungan terhadap seseorang, kepada seseorang yang meminta kita menikah dengannya?" Tanyanya di suatu sore

Kecenderungan? Sebuah perasaan? Ada hati yang condong?
Semua adalah fitrahnya manusia. Insan yang begitu manisnya, hingga rasa yang indah, si merah jambu itu memancar dengan terangnya. Tidaklah salah jika hati memiliki pilihannya sendiri, sesuatu yang menarik dirinya untuk condong kepada seseorang. 

Tapi, siapkah jika ternyata pilihan hati itu bukanlah pilihan Tuhan? Bukanlah seseorang yang ditetapkan untuk menjadi pengucap janji setia itu, yang akan menggantikan peran ayah untuk menjaga dengan baik putrinya. Hati yang condong itu dikhawatirkan akan benar-benar terjatuh, sulit untuk bangkit kembali. Karena kecondonganlah yang mendominasi pengambilan keputusan untuk membuat pilihan tersebut. Siapkah?

Manusiawi, sangat manusiawi jika hati memiliki kecenderungan kepada seseorang. Tidak ada yang bisa mengatur kepada siapa hati kita menjatuhkan pilihan. Namun, kita harus ingat bahwasanya hati kita berhak untuk tetap terjaga dengan baik, ia berhak untuk tetap berada dalam zona ketenangan, tanpa adanya keresahan juga riak-riak perasaan yang menggalaukan. Itu adalah haknya hati. Dan kewajiban kita untuk memenuhi hak-hak tersebut. Wajib!

Jika saat ini hati telah memiliki kecenderungan kepada seseorang, netralkan saja rasa itu. Kembalikan saja ia pada situasi sebelum ia mengenal sosok yang masih teramat asing itu. Kembali ke zero. Memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa kan? Dari yang tiada menjadi ada, kembalikan lagi menjadi tiada. Dari yang biasa menjadi istimewa, kembalikan saja menjadi biasa. Biasa-biasa saja.

Hei, orang yang akan menikahimu itu belum tentu nanti benar-benar menjadi pasangan hidupmu. Sebelum ijab terucap, tak ada jaminan ia yang akan jadi imammu. Maka, netralkan saja. Demi keterjagaan hatimu dari segala sesuatu yang kelak menuai kekecewaan. 

Mintalah padaNya untuk mendekatkan dan menjauhkan segala sesuatu itu dengan caraNya. Jika memang dia yang terbaik, mintalah untuk didekatkan dengan caraNya. Jika dia bukanlah yang terbaik, mintalah dijauhkan, juga dengan caraNya. Tak perlu ngotot hanya meminta si dia, siapa tau di luar sana ada seseorang yang jauuuuh lebih baik yang dipilihkanNya untukmu. Ingatlah, rezeki dan jodoh itu telah ditetapkan, yakin dengan hal itu kan?


“Cinta hanyalah segumpal perasaan dalam hati. Sama halnya dengan gumpal perasaan senang, gembira, sedih, sama dengan kau suka makan bakso, suka mesin. Bedanya, kita selama ini terbiasa mengistimewakan gumpal perasaan yang disebut cinta. Kita beri dia porsi lebih penting, kita besarkan, terus menggumpal membesar. Coba saja kau cuekin, kau lupakan, maka gumpal cinta itu juga dengan cepat layu seperti kau bosan makan bakso.”

― novel "Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah". Tere Liye

Sabtu, 13 Oktober 2012

Tanpa Judul


Ada yang menari-nari riang di dalam sana,
Ada yang berlari-lari berusaha beranjak pergi,
Ada yang merajut asa di suatu sudut yang tenang,
Dan, ada yang terus-terusan bermain dengan pikirannya sendiri.

Kau, sedang apa kau di sana?
Kenapa kau hanya berdiam tanpa suara?
Adakah kau sedang berfikir tentang sesuatu,
Hingga dahimu mengerut, pandangan menerawang entah ke mana.

Jika ada yang ingin disampaikan, bicara!
Jika ada yang mengganggu, katakan!
Jika ingin pergi, menjauhlah!

Diam, menanti dan bersabar,
Mungkin baik, tapi tidak untuk dibiarkan berlarut-larut,

Kau hanya perlu satu, keberanian,
Untuk menyuarakan kegelisahan,
Ketidaknyamanan, kekhawatiran akan sesuatu yang semu,
Dan untuk sebuah keterjagaan, sekeping hati.