Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2014

Ada di Langit

Aku tinggal dibumi. Tapi, carilah aku di langit. Sebab aku tertahan diantara bintang-bintang. Kau jemput aku dengan doa-doa setelah shalatmu. Kau tengadahkan tanganmu atau bersujud, berdoalah untuk memintaku. Aku tertahan dan garis batas yang membentang diantara kita selebar langit dan bumi.  
Aku tinggal di bumi, tapi carilah aku dilangit. Di sepertiga malammu saat Tuhan turun ke langit bumi. Mintalah aku yang berada di genggaman tangan-Nya. Percuma mencariku di bumi, sebab kunci itu ada d langit. Kunci yang akan menghapus garis batas diantara kita. Mengubah garis yang tadinya neraka, menjadi surga. 
Aku berada di tempat yang tidak bisa kau temui di bumi. Tapi kau bisa menemuiku di langit, meski bukan wujud kita yang bertemu. Melainkan doa-doa kita yang menggetarkan singgasana-Nya. Temukan aku di langit, didalam doa-doa panjangmu. Didalam harapanmu. 
Meski kita tidak saling tahu nama, tidak saling tahu rupa. Jemputlah aku dilangit. Sebab aku tahu, kau mengenalku bukan karena nama dan rupa. Doa kita telah bertemu sebelum fisik kita.  
Mudah bagi-Nya membuat kita kemudian bertemu. Tidak hanya bertemu namun juga disatukan. Sebagaimana doa-doa yang sebelumnya telah kita panjatkan.
Pertemuan kita yang pertama berada di langit, kan? Sekarang kau tahu, mengapa aku memintamu mencariku di langit? 
- Kurniawan Gunadi -

Adalah sesuatu yang berharga, diberi kesempatan untuk bisa membaca karya-karya manis dari orang-orang keren, seperti Mas Gun ini. Tulisannya tidak terlalu nyastra seperti penulis kebanyakan, tapi justru itu, saya suka tipe tulisan seperti ini. Sederhana, tapi mengena. Andai bisa menulis sekeren itu, alangkah menyenangkannya. :)

Jumat, 30 Agustus 2013

Aku, Kamu dan Kita

"Kehadiranmu menguji ketaatanku, kehadiranku menguji keimananmu. Aku ujian bagimu, dan kamu ujian bagiku." - @pewski

Begitu seterusnya cara Tuhan, memantaskan aku dan kamu untuk semua urusan, terlebih soal hati.

Dia menjaraki aku dan kamu, menjadikan kita sepasang insan yang tak saling menyapa. Hingga jemariNya menyatuhkan kita dalam genggaman keridhoanNya, aku dan kamu akan menjadi 'kita' dalam sebuah taman indah yang Dia suka.

Baik-baiklah di sana, di tempat yang tak ku tahu di mana.

Untuk seseorang, yang slalu hadir dalam do'a-do'a yang tak bernama; kamu.


Agustus, hari ke tiga puluh

-perempuan berkerudung hitam-

Selasa, 20 Agustus 2013

Ingin Menjaganya

 Hati saya hanya satu, 
maka sudah selayaknya 
saya berusaha keras 
agar ia tetap terjaga dengan baik. 

Semoga kamu mengerti, 
ketika saya bersikap tegas, 
itu tak berarti saya orang yang jahat. 

Saya hanya mencoba menjaga,
apa yang harus saya jaga. 

Karena kamu, 
mungkin takkan pernah peduli 
bila nanti hati saya kan tersakiti.

-gadis bermata cokelat-

Senin, 22 April 2013

Untukmu yang Biasa Saja


aku meminta pada Tuhan, seorang yang biasa saja,
yang dengan rela mampu membakar ego saat Dewinya sedang terluka.
aku meminta pada Tuhan, seorang yang biasa saja,
yang mampu menyeka keringatku saat sakit menyiksa raga.
aku meminta pada Tuhan, seorang yang biasa saja,
yang di tubuhnya terbaca sikap-sikap lembut namun tetap perkasa.
aku meminta pada Tuhan, seorang yang biasa saja,
yang saat letih kurasa, ia akan berkata ‘kamu tak sendiri, aku ada’
aku meminta pada Tuhan, seorang yang biasa saja,
yang tidak akan pergi saat kesalahan mungkin terjadi berulang kali,
yang mampu mendeskripsikan cinta sebagai wujud pemaafan darinya.
aku meminta pada Tuhan, seorang yg biasa saja,
sebagai pelengkap hidupku yang juga tak sempurna,
agar bahagia, agar tenang kurasa.
aku meminta pada Tuhan, seorang yang biasa saja,
yang juga meminta pada Tuhan untuk seorang yang biasa saja.
seperti aku, seperti dia.

- Tia Setiawati Priatna

Jumat, 05 April 2013

Kita Berjalan Pada Ketidaksengajaan

Pada waktu-waktu yang tak pernah kita duga,
kita akan berjalan biasa-biasa saja,
santai,
seolah tak ada apa-apa.
Lalu akan sangat mungkin,
kau bertemu aku,
pertama kali,
lewat kehadiran raga, suara,
ataupun kata-kata dalam keindahan bahasa.
Kemudian,
tanpa kau duga,
kau akan jatuh cinta,
dan kau merasa
: tak penting apakah aku merasa yang sama.

Kupikir-pikir,
kita semua selalu berjalan pada ketidaksengajaan,
tak mengira akan ada cinta,
tak menduga akan ada hal istimewa
melalui perjumpaan sederhana.
Namun ketahuilah,
bahkan hal paling sederhana sekali pun,
tak akan luput dari rencana Tuhan,
: Sang Penguasa Semesta.

Tia Setiawati Priatna

Saya suka tulisan ini, suka sekali. Bukan karena kenapa-napa sih, hanya saja tulisannya itu sederhana tapi begitu berkesan. Manis. Yah, anggap saja saya mau ngarsipin buat my future husband, :p | Siapa ya orang yang kelilipan itu, hahaha *plakss*

Rabu, 24 Oktober 2012

Manis #Repost


Cinta adalah separuh aku separuh kamu. Dan diantaranya terdapat serabut doa, yang kita panjatkan untuk masing-masing kita; setiap harinya.
-Tia Setiawati Priatna-

Kamis, 18 Oktober 2012

Kamu Lagi, Kamu Lagi


"Keinginan saya adalah sekiranya Anda tidak keberatan, apakah Anda bersedia bangun pagi melihat saya lagi? Makan pagi bersama saya lagi. Pulang kantor yang nongol muka saya lagi. Shalat berjamaah imamnya saya lagi. Menerima kado ulang tahun dari saya lagi. Mengurus anak bersama saya lagi. Memasak bersama chef andal, yaitu saya lagi. Sampai tua, duduk di kursi goyang, ditemani saya lagi. Saya lagi dan saya lagi."

Itu kalimat yang ada di sampul belakang buku Taste Buds, karyanya Yunus Kuntawi Aji dan Kinsia Eyusa Merry. Bukunya bagus loh, sweet. Ini bukunya Kiki, aku dipinjemin. Tapi, sekarang udah jadi hak milik. Karena tukeran sama bukuku yang dia pinjem, senengnyaaaa, ^^

Kita perlu ngebahas bukunya gak yah? Gak usah dulu yah, mending kamu langsung beli dan baca sendiri deh bukunya. Dijamin kamu gak akan berhenti ngebuka lembar per lembar buku itu, emang bikin candu loh.


Kamu Lagi Kamu Lagi

Kalo nanti ada yang bilang kalimat yang di atas itu, mungkin gak akan bisa ngomong apa-apa deh. Speechless! ^^

Tapi, kamu pernah ngebayangin gak kalo nanti dia lagi dia lagi yang ada di samping kita. Apa gak jenuh yah? Hmmm, mungkin gak akan jadi jenuh kali yah, selama kita slalu berusaha menghargai hal-hal kecil yang dia kasih ke kita, sesuatu yang sederhana mungkin, tapi berkesan, juga sweet.

Dan, mungkin bukan kamu lagi kamu lagi. Tapi, cuma kamu cuma kamu. Hahaha, maklum efek baca buku yang manis, jadi agak romantis dikit. Hihihi

Maybe, I'm not worth enough for anyone but you, who accepted me as me. Coz, I'm just an ordinary woman, even too ordinary. :)

Rabu, 03 Oktober 2012

Lelaki Hebat


"Saya kira suami mb tuh orang hebat loh, ustadz hebat gitu. Hehe"

"Memang kenapa sama suami saya, suami saya lelaki yang hebat. Dia berusaha untuk shalat berjamaah di masjid, dia seorang suami yang bertanggung jawab, ayah yang bijak, anak yang berbakti kepada orang tuanya. Dia adalah lelaki hebat, setidaknya bagi saya. Tak peduli apa kata orang tentangnya, dia tetap lelaki hebat yang pernah saya kenal."

Lelaki hebat? Apakah harus terlihat secara dzahir? Nampak hebat di hadapan dunia? Yang dikenal di mana-mana? Atau?

Lelaki hebat mungkin bertaburan di muka bumi ini, mereka yang bisa memberikan motivasi di seminar-seminar, mereka yang sukses dengan karirnya, mereka yang ahli di bidangnya, mereka yang memberikan pencerahan terhadap ummat ataupun mereka yang dielu-elukan oleh banyak orang. Namun, masih banyak lagi lelaki hebat yang tak diketahui oleh orang lain. Yang mungkin dia tak cukup memiliki kriteria-kriteria untuk sekedar bergelar LELAKI HEBAT!

Dia, lelaki hebat saat berani meminta kepada seorang ayah untuk memperistri anaknya, mengikrarkan diri sebagai seorang suami di hadapan Allah, penghulu, juga keluarganya
Yang berlelah-lelah mencari nafkah yang halal untuk keluarganya dengan penuh cinta,
Yang tak membiarkan keluarganya kelaparan dan tak memiliki tempat berteduh,
Yang menegur dengan lembut atas kesalahan yang tak sengaja dilakukan oleh keluarganya,
Yang berusaha meluangkan waktu terbaik untuk bisa berkumpul bersama keluarganya,
Dan dia, lelaki hebat saat mau mendengarkan keluhan sang istri yang agak terkesan cerewet,

"Mungkin bagi dunia kamu hanya seseorang, tapi bagi seseorang kamu adalah dunianya."

Minggu, 16 September 2012

GIFT


Tak perlu kata-kata indah,
Tak butuh coklat, bunga, atau boneka,
Tak usah juga barang-barang mewah berikatkan pita.

Karena kamu, adalah hadiah terbaik dan terindah dari-Nya untukku.

Kamu adalah ayah dan ibuku, yang membuatku mengerti apa arti sebuah ketulusan dan pengorbanan tak berbatas. Memperlihatkanku arti kasih sayang tak terhingga. Menyadarkan aku, bahwa hadirku pernah sangat dinantikan. Dan, setidaknya bagi kalian, aku adalah sesuatu yang indah yang pernah kalian miliki.

Kamu adalah kakak dan ayukku, yang membuatku tau arti kata mengalah. Kalian mengalah, saat aku terlahir dan mengalihkan sementara perhatian ayah dan ibu dari kalian, ke padaku. Kalian slalu mencoba memberi yang terbaik buatku, adikmu. Mencoba menjadi contoh dan teladan yang pantas untukku.

Kamu adalah sahabat-sahabat yang kumiliki. Mengajarkanku arti kata persahabatan, pengertian dan pembelajaran. Banyak hal yang tlah kita lewati, kadang suka, kadang duka. Semua bermuara pada satu kata, cinta karena-Nya, maka kalian pun bertahan membersamaiku di kehidupan ini.

Kamu adalah sebuah nama yang tak pernah tereja, meski hanya sebatas inisial. Kamu, sebuah wajah yang tak tergambarkan, meski hanya tuk melintas secepat kilat. Kamu, sosok asing yang tak pernah mampu kuprediksi, meski rasa penasaran kerap menghadiriku. Kamu, seseorang yang tak pernah absen terucap dalam do'a-do'aku, sepertiga do'aku itu untukmu.

Jumat, 14 September 2012

Mari Kita Rihlah

Hembusan angin kencang yang menerpa,
Deru gemuruh suara ombak yang berkejar-kejaran,
Hamparan pasir yang menjadi pijakan langkah-langkah kita,
Kilau cahaya matahari yang perlahan kembali ke peraduannya,

Potret pantai yang coba menawarkan keindahan,
Mengajak jiwa tuk lepaskan sgala kepenatan,
Memancing hati yang tengah rindu akan kedamaian,
Mengundang insan yang sedang menikmati kebersamaan.

Nanti, ajak aku ke sana yah?
Bermain di tepi pantai bersamaku,
Berlarian menghindari ombak yang saling berkejaran,
Berjalan menghabiskan senja, menatap matahari yang segera terbenam.





Kamis, 13 September 2012

Ikatan Takdir


"Ku bahagia kau telah terlahir di dunia. Dan kau ada di antara milyaran manusia. Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu"
[Perahu Kertas - Maudy Ayunda]

"Tuhan telah membuat kau dan aku terpaut lewat benang merah yang panjang, dalam sebuah ikatan takdir tak terlihat dan tanpa peta. Hingga nanti aku akan jatuh cinta saat bertemu denganmu."
[Quote - Dorama]


Mungkin saja kita pernah berada di tempat yang sama dalam kehidupan kita, namun kita tak pernah bertemu. Mungkin kita tidak sengaja pernah berpapasan jalan di perjalanan kita, tapi kita tidak saling tahu.

Akan tetapi, kita juga bisa berada di tempat yang berbeda sepanjang hidup kita. Namun, suatu hari kita dipertemukan di tempat yang sama, tanpa pernah kita membayangkannya. 

Ikatan takdir; tak pernah terlihat, terbaca ataupun terprediksi oleh indera kita. Alur cerita tentang kita akan selalu lebih indah dari yang pernah terpikirkan.

Kamis, 06 September 2012

Terima Kasih Padamu

Ukhti A: Nanti dia harus ngucapin ma kasih ke aku, hehehe.
Aku: Emang kenapa??
Ukhti A: Waktu SMA aku kan sering tuh ke kantor pajak, bayar pajak papah, jadi sering ngeliat kakak-kakak pegawai pajak di sana. Jadi pengen punya suami seperti mereka.
Aku: Kenapa?
Ukhti A: Wajahnya teduh, ngeliat mereka jadi ngerasa teduh. Wajah orang-orang cerdas dan sholeh itu meneduhkan kali yah, hahaha...
Aku: Ooo, terus ma kasih buat apa?
Ukhti A: Iya donk, kan karena do'aku dia bisa seperti sekarang. Aku berdo'a, mendapat suami yang cerdas juga sholeh, dan Allah mengabulkannya. Jadi, dia harus ucapin ma kasih ke aku. Dan ajaibnya, dia juga kerja di tempat yang sama. Allah emang Maha Baik deh, hehehe,..

Terima kasih?
Iya juga sih, berterima kasih lah pada seseorang yang senantiasa mendo'akan kebaikan untukmu, berharap Allah selalu menuntunmu di jalan kebenaran, menguatkanmu saat kamu rasa lelah, menghiburmu saat kamu sedang bersedih, meminta kepada Allah agar DIA memudahkan sgala urusanmu juga melancarkan rezekimu dengan cara yang halal dan thoyib, berharap Allah menjagamu dengan ketat, menjaga hati dan dirimu tetap TERJAGA. Tidak menginginkamu tersakiti ataupun berada dalam keburukan!


Ya, dia, seseorang yang tak pernah kamu tau siapa dan di mana dia berada. Yang wujudnya saja masih teramat samar untukmu, tapi, dia tak pernah hentinya mendo'akanmu di tiap kesempatan. Mungkin, sepertiga do'a-do'a yang terlantun itu adalah untukmu, untuk kebaikanmu, untuk melindungimu. Tentunya, ia berharap hal yang sama kamu lakukan untuknya, mendo'akannya.

Kita mungkin merasa do'a itu hanya untuk kita, padahal jika kita meminta mendapat suami/istri yang baik. Maka, dia, seseorang jauh di sana sedang mencoba menjadi seorang suami/istri yang baik untuk kita, nanti. Dia, berusaha sebaik mungkin menjemput rezeki yang halal dan thoyib, saat kita meminta seorang suami yang bertanggung jawab juga mandiri. Dia juga akan menjaga diri dan hati sebaik mungkin, saat kita berdo'a mendapat suami/istri yang terjaga. Serta banyak do'a yang terucap, indah. Dan, hanya kepada Allah lah bisikkan kalimat-kalimat permintaan itu tersampaikan.

Aku akan berterima kasih padamu, untuk do'a-do'a yang sempat kamu ucapkan untukku. Walau mungkin kamu gak akan pernah nyadar do'a-do'amu itu tersampaikan padaku. Terima kasih telah menjaga diri dan hati untukku, terima kasih telah berusaha menjadi imam yang baik bagiku juga anak-anak kita, nanti. Khamsahamnida ^^

Rabu, 29 Agustus 2012

Terlalu Biasa


Jika kamu mencari sosok yang cantik, maka bukan aku orang yang tepat. Jika kamu mencari sosok yang kaya raya, maka memilihku adalah salah alamat. Bahkan, jika kamu mencari sosok wanita yang taat, maka memilihku juga bukan jawaban yang akurat. Asal kamu tahu, aku memang tidak cantik di mata orang, karena jika kamu tulus mencintaiku, maka aku akan tetap cantik di matamu. Aku memang bukan gadis kaya raya yang hidup bergelimang harta, karena jika kamu tulus meminangku, kamu percaya pada janjiNya yang akan memberkahi rezeki pasangan yang menikah karenaNya. Dan aku juga bukan gadis shalihah dengan ketaatan yang sempurna, karena jika kamu tulus menikahiku, maka men-shalihah-kan diriku menjadi tujuanmu, dan kita bisa menikmati waktu dengan menjadi shalih bersama.

Jika mencintai seseorang harus dengan banyak syarat, maka aku telah gagal semenjak awal. Mencintai seseorang hanya butuh dukungan Tuhan, karena menggenapkan separuh agama bukan perkara sembarangan. Mencintai adalah hasil pekerjaan hati, maka memohonlah pada yang Maha Membolak-balikkan Hati agar kamu punya alasan yang tepat memilihku, karena aku tak ingin kamu kecewa karena telah memilihku.

Terimakasih untuk telah memilihku, meskipun aku tidak tahu, benarkah tulang rusuk ini milikmu? Hanya Tuhan yang tahu. Dan kita akan tahu itu nanti, pada masanya, pada saat seluruh manusia dikumpulkan bersama. Mereka tidak bertegur sapa, seperti tidak pernah mengenal sebelumnya, padahal mereka keluarga. Namun, ada diantara mereka yang kembali bersama, yaitu orang-orang yang mencintai karenaNya. Untuk itulah, mencintaiku hanya butuh dukungan Tuhan. Aku bukan wanita yang punya banyak alasan untuk dicintai. Jadi, maaf karena aku hanya memiliki ini, hati.
by : laninalathifa

Repost punya tetanggaku http://armelmelia.blogspot.com/search?updated-max=2012-08-24T13:16:00%2B07:00&max-results=7


Terlalu Biasa

Jika kau memilihku karena apa yang kau ketahui tentangku, sungguh, aku takkan pernah sama seperti yang kau ketahui. Ada banyak hal yang nanti kan berbeda dari apa yang selama ini coba kau kenali. Maka, kuharap kita akan senantiasa saling memahami di sepanjang perjalanan kita, nanti.

Jika kau memilihku karena kau ingin mendapatkan seseorang yang sempurna, sungguh wanita itu bukan aku. Aku memiliki banyak ketidaksempurnaan, yang mungkin takkan bisa kau terima. Aku hanya ingin mendampingi seseorang yang akan datang untuk menyempurnakan ketidaksempurnaanku, bukan dia yang mengharap seseorang yang sempurna.

Aku terlalu biasa, dengan paras yang juga biasa.
Aku terlalu biasa, dengan pengetahuanku yang hanya seberapa.
Aku terlalu biasa, dengan aktifitasku yang itu itu saja.
Aku terlalu biasa, dengan kekuranganku yang tak terkira.

Aku terlalu biasa, karena itu aku akan berusaha menjadi seseorang yang akan setia hanya padamu saja.
Aku terlalu biasa, karena itu aku hanya akan memberikan cinta hanya saat kita telah menjadi SAH.
Aku terlalu biasa, karena itu aku tak berharap kau seromantis para aktor Drama Korea.
Aku terlalu biasa, karena itu aku akan patuh dan taat padamu sebagai orang ketiga yang harus aku muliakan setelah Allah dan Rasulullah.

Yah, aku ini terlalu biasa, sangat biasa. Sadarilah itu selagi kau bisa, agar nanti kau takkan pernah merasa kecewa, karena memilihku sebagai seorang istri yang akan kau jaga dan kau cinta.
By: Aci Tankguh

Jumat, 24 Agustus 2012

Cerita di Syawal

Handphone berdering-dering di sampingku, sebuah nama memanggil, kuabaikan, karena aku tau pasti siapa yang menelpon dan untuk kepentingan apa.

Kemudian ada sMs masuk,
  1. Hi, lagi ngapain?
  2. Hi, lagi ngapain? Fulan
Merasa tidak ada balasan,

Dia menelpon lagi, lagi dan lagi, sampe 4 missed called tertera di sana.

Duh, ni orang mau ngapain yah? *pikirku
sMs masuk, "Kalau tidak ada yang mengisi cintamu, bolehkah aku mengisinya?" Fulan
Gubrakkkkk!! *jatoh dari kursi 

Nih orang nekat amat sih? Beraninya dia bilang kek gitu ke aku? Emangnya dia gak nyadar apa, aku tuh uda sangat jelas bilang ke dia waktu silaturahim ke rumah lebaran kemaren. Waktu dia tanya kapan aku mau ngundang? Terus aku jawab, tunggu saja. Uda punya pacar? AKU GAK PACARAN!
Lalu, kenapa masih sMs kek begitu. Bikin ilfil!! >,<

Nelpon lagi, berakhir dengan missed called..
sMs masuk, "Tunggu apa lagi? Apakah kau menunggu ka'bah dipagari pagar hitam?"
*tweng weng, ini maksudnya apa coba. Ka'bah dipagari pagar hitam?

Narik napas, dalem, huuuuffh, sabarrrr, cobaan ini mah. *menenangkan diri

Beneran deh! Aku berasa kek ababil, anak-anak SMP gitu. Masa' yah usia segini, masih nemuin orang yang nyatain perasaan kaya tahun 2000-an. Gak ada yang lebih kreatif apa, bawa coklat, bunga, sambil nyanyi-nyanyi, kan lumayan buat bikin heboh tetanggaku.




Berusaha untuk sebijak mungkin menanggapi pesan itu, lalu kucoba untuk mengirim pesan balik ke dia, "Maaf, cinta aku uda ada yang ngisi. Maaf yah"

Diisi sama Allah, Rasulullah, Keluargaku, Temen-temenku, juga buat seseorang di perjalanan sana.
Aku gak bohong kan? Emang uda ada yang ngisi, ^^

Rasanya pengen ganti nomer handphone, tapi uda 6 tahun pake nomer ini. Uda jatuh cinta, gak mau pindah hati. Secara, aku kan setia. Sama halnya tentang kamu, aku tetep setia di sini. Sampe kamu dateng, di waktu yang tepat dengan cara yang baik dan berharap keberkahan itu menyertai kita, iya, kamu dan aku.*curcol

Minggu, 19 Agustus 2012

Menggambarkanmu


Kata orang, jodoh kita itu gak akan jauh berbeda dengan diri kita.
Paling gak sih mirip-mirip dikit, ^^

Seperti temenku yang baru menikah, awesome! Wajah mereka mirip banget, uda kaya kakak adek ajah.
Tapi, ada juga yang kemiripannya bukan dari penampilan, tapi dari tingkah laku.
Dan tidak sedikit yang kemiripan mereka tidak terlihat dari penampilan atau pun tingkah laku, melainkan dari cara berpikir, hal-hal yang disukai, dan hal-hal sederhana yang menurutku sangat serasi.


Lalu, aku berpikir. Kamu bakal mirip aku dari yang mana yah??
Apakah wajah kita nanti akan mirip? Hmmmm,...
Apakah kamu akan menyukai hal-hal yang aku suka, hujan, bintang, anak-anak, es krim, dan beberapa hal manis yang agak sedikit childish.

Saat aku mulai berpikir tentang kamu, aku berusaha sebaik mungkin untuk memantaskan diri jadi pendampingmu. Meski dengan keterbatasan yang aku miliki, karena aku tidak sempurna. Dan tidak akan pernah menjadi sempurna, karena mungkin aku lebih di satu sisi tapi banyak yang kurang di sisi lain.

Mengutip kalimat dari Istikharah Cinta:

Kamu tau mengapa Allah menciptakanmu dengan segala kekuranganmu yang ada??

Sebab akan ada saatnya Allah menyempurnakan kekurangan itu dengan hadirnya seseorang yang memiliki apa yang tidak kamu miliki.

Seseorang yang mampu menerima kekuranganmu adalah orang yang mampu menutupi kekurangan itu dengan apa yang ia miliki. InsyaAllah.

Aku percaya itu!
Aku percaya, Allah hanya akan memberikanku kepada seseorang yang istimewa. Kepada kamu yang terikat takdir denganku, tanpa adanya peta, kita berusaha mencari jalan terbaik dengan bermodal petunjuk-Nya, untuk bisa berdampingan bersama nanti.