Tampilkan postingan dengan label ngobrol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ngobrol. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juni 2013

Bicara tentang Suka

A: "Seperti apa orangnya? Kau menyukainya?"

B: "Seperti seseorang, yang kehadirannya tak pernah kubayangkan. Menyukainya? Hmmm, entahlah."

A: "Maksudnya, kau akan menikah dengan seseorang yang kau pun tak tau apa kah kau menyukainya atau tidak? Kok bisa?"

B: "Jika kau anggap suka adalah dengan memerahnya wajahku saat namanya terdengar, aku tidak seperti itu. Jika kau anggap suka adalah saat aku melihat dirinya ataupun mendengar suaranya jantungku berdebar dengan kencangnya, aku juga tidak merasakan itu. Lalu jika kau anggap suka adalah saat aku menjadi sangat bahagia ketika membayangkan tentang semua hal indah di masa depan, itupun tidak ada sepertinya."

A: "Hah? Jadi, kau benar-benar tidak menyukainya??"

B: "Aku pernah merasakan itu semua, perasaan seperti yang kau pikirkan tentang apa itu suka. Pernah, dengan seseorang, dan itu bukan dia. Seseorang yang sempat membuat hidupku seakan berhenti, karena kepergiannya. Seseorang yang kuanggap segalanya bagiku, namun aku hanya seorang yang biasa saja untuknya. Seseorang yang memenuhi semua isi kepalaku, lalu pergi membawa separuh hatiku. Dan meninggalkan separuhnya lagi dengan luka-luka yang tak mudah sembuh."

A: "....."

B: "Yah, aku tau perasaan seperti itu. Hatiku pernah jatuh, pada seseorang yang membuat lidahku keluh untuk berkata-kata saat dia menyapaku. Pada seseorang yang kupikir akan membuat hidupku jauh lebih berwarna. Pada seseorang yang membuat aku lupa, bahwasanya berharap pada makhluk hanya akan membawa kekecewaan pada hatiku. 

Dan sekarang aku tak ingin merasakan itu lagi sebelum semuanya menjadi terang. Aku akan kelelahan kembali nantinya, untuk menata semua agar menjadi kembali membaik, jika ternyata dia bukan lah juga seseorang yang ditakdirkanNya. Maka akan kubawa biasa-biasa saja hatiku ini, meski ia adalah seseorang yang memintaku dengan baik-baik pada orang tuaku. Karena jodoh itu sangat misterius, kawan." :)

A: *senyum

Itu adalah sepotong obrolan lama antara aku dan seorang teman, yang kemarin kudapati kabarnya telah mempunyai seorang putri cantik yang imut. Cinta, kurasa akan tumbuh dengan sendirinya. Meski tak kau rasakan di awal kau memulai sebuah ikatan, ikatan yang suci. Cinta, akan berkembang dengan baik jika diberi pupuk yang baik dengan kadar yang cukup.

Kau hanya perlu melangkah, untuk bisa memulai berjalan. Selangkah demi selangkah, kelak kan kau dapati ada banyak jejak-jejak langkahmu tertinggal di belakang. Tanpa kau sadari, kau telah berjalan jauh, jauh meninggalkan masa lalu, kenangan atau apa pun namanya.

Kamis, 25 April 2013

Cerita Tentang si Fatih

Selasa kemarin, bertepatan dengan Hari Buku Sedunia. Aku pergi ke toko buku bareng Dwi, gak ada niat beli buku sih. Cuma mau liat-liat doank, sekalian mau refreshing. *halah, kek lagi banyak pikiran ajah lu Ci*

Pas di tangga mau ke lantai atas, tempatnya buku-buku laris berdiam diri itu. Di dindingnya ada poster Justin Bieber (JB), terus Dwi memulai perbincangan;

Dwi: "Ci, aku liat di FB si JB dibandingin sama Fatih Seferagic. Pilih mana?"
Aku: "Fatih itu siapa?" *dengan ekspresi sepolos mungkin*
Dwi: "Ituh, yang agak mirip sama JB, dia itu hafizh Qur'an, dan bla bla bla..."
Aku: "Emang iya yah? Tau dari mana?" *tetep anteng, sambil nyari-nyari buku yang diincer*

Yah, akhirnya kita ngobrolin tentang si Fatih Seferagic (18y) sore itu sambil ngeliat-liat buku, yang ternyata dia itu banyak dikagumi sama orang-orang. Yalah, masih muda, hafizh, suka jadi imam di masjid-masjid, ganteng pula *ehh *self keplaks* =))

Ini gue ke mana ajah yah? Kok bisa gak tau ada berita kek gini, ternyata gue baru menyadari betapa tidak gaulnya gue ini. *duduk di pojokan kamar*

Sepulang dari sana, gue langsung nyari berita tentang si Fatih Seferagic ituh. Dan mendownload beberapa murattalnya, Ar Rahman juga ada. Kebetulan aku suka banget sama surah satu ituh. Suaranya emang bener-bener bagus, dari hati mungkin yah. Jadi ngerasanya enak banget didengerin, bikin mau nangis jadinya *loh

Cukup sekian. Terima kasih. :)