Kamis, 13 September 2012

Ngobrol Yuk?!

Pihak Pertama: "Oya, bagaimana pendapat kamu tentang poligami?"

Pihak Kedua: "Saya tidak menentang poligami, dan tidak akan pernah menentangnya.  
Asal, orang itu bukan suami saya!!"

Pihak Ketiga: *senyum-senyum sendiri*


Jika seorang istri bisa setia hanya pada satu orang laki-laki dalam hidupnya, kenapa seorang suami begitu sulit untuk setia hanya kepada istrinya seorang?

Rabu, 12 September 2012

Silaturahim Itu, Sesuatu

Silaturahim, aku termasuk orang yang suka dengan amalan yang satu ini. Secara, aku suka berkunjung ke rumah orang-orang terdekat, walau sebenernya rumahnya gak dekat loh. Kenapa suka? Karena banyak hal; ingin mengetahui kabar dari orang yang dikunjungi tersebut, ingin menjawab rasa kangen mereka ke aku *pedenyaaaa, terus karena ingin menjalankan hadits Rasulullah;

Diriwayatkan dari Abu Hurariroh RA, ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Barang siapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturrahminya.” (HR Bukhori, 5640)


Nah, karena aku ingin luas rezekinya, terus panjang umur. Jadinya aku suka amalan satu ini, silaturahim.

Rezeki yang luas

Dengan silaturahim, kita otomatis dijamu dengan sebaik-baiknya sebagai tamu oleh tuan rumah, disugukan makanan, minuman, dan senyum manis dari mereka. Bukankah hal itu adalah rezeki? Terus, biasanya dengan silaturahim kita dapat berbagi pengetahuan, berita baru juga banyak hal deh. Dan semuanya itu termasuk rezeki, rezeki kan gak harus berupa uang. Bisa jadi, dengan silaturahim kamu bisa mendapatkan jodoh. Jodoh kan termasuk rezeki, hahaha, *apasihciiii??
Panjang Umur

Nah, maksudnya panjang umur ini. Mungkin lebih ke banyak yang akan mengingat kita, dengan kita menyambung silaturahim, karena sejatinya umur kita udah ada jatahnya masing-masing. Dengan silaturahim, orang-orang akan mengenal, mengetahui dan merasakan tentang kita. Biasanya akan banyak hal yang akan diingat dari kita, dan berharap apa yang diingat oleh orang lain tentang kita setelah kita udah gak ada lagi adalah kebaikan kita bukan malah sebaiknya. :-)


Minggu, 09 September 2012. 3 hari setelah miladnya Mb Dona Hariya Harpizah, beliau adalah kakak tingkat kami di kampus. Dan juga mba kami di LDK, dan dia adalah 'seseorang' yang special buatku. Gak tau sejak kapan kita jadi akrab banget kaya sekarang ini, yang jelas seingetku kita mulai jadi akrab ketika mau berangkat ke Bandung. Sebelumnya juga akrab, tapi gak seintens sekarang komunikasinya.

[flashback] Tahun 2009, kita ngasih kejutan buat Mb Dona dimiladnya. Kebetulan saat itu kita bertiga sedang mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan untuk anak SMP dan SMA Kusuma Bangsa Palembang, sebagai tutor. Kita bertiga menempati kamar yang sama dengan tempat tidur yang sama juga. Pas di jam 00.00 kita ngebangunin Mb Dona, terus karna gak ada sagu buat ditimpuk ke beliau, jadi kita pake bedak baby deh. Hahaha, pokoknya kamar itu kacau deh, berisik dan berantakan.

Back to 2012

Jadi, hari Minggu itu aku dan Kiki pulang kondangan janjian mau ke rumah Mb Dona. Sebenernya niat kita ke sana buat nagih traktiran, tapi karena kita berdua pulang dari kondangan yang otomatis perut udah pada kenyang. Jadi gak niat lagi buat nagih traktiran itu dan digantikan dengan sepiring brownies buatan Mb Dona, enak loh. And, the end.

Sebelum pulang, kita mau mengabadikan moment kebersamaan kita dengan jeprat jepret geje. Dan, taraaaa,...

Kiki, Aci dan Mb Dona

Senin, 10 September 2012

Kondangan dan Pria Berompi Hijau

Kemarin, 09 September 2012. Aku dan Kiki (lagi-lagi) janjian buat ke kondangan, tapi ceritanya nih tempat yang mau kita datengin ini beda-beda, paginya Kiki ke akad nikah Mb Nit (temen DPW-nya) yang menikah dengan ikhwan yang bertugas di Jepang, wuiiiih Jepang, kereeeen!

Terus jam 11-an aku sama dia janji ketemuan di depan BLPT, menghadiri walimahan temen ngajarnya Kiki. Ba'da dari situ barulah kita ke nikahan temen SD-SMP-SMA ku, namanya Agung Prima. Waktu sekolah kita temenan cukup baik, dia dulu duduknya di belakangku pas SMA kelas 2. Lagian, menghadiri undangan itu kan juga wajib.

Oya, waktu Kiki bilang acara temennya itu di Gedung Serbaguna BLPT, aku langsung ke inget sama kejadian setahun yang lalu, kalo gak salah. Waktu itu sama, aku juga nemenin Kiki ngehadirin nikahan, yang nikah Mb Evi sama Kak Momo.

Rencananya yah, ba'da kondangan kita mau jalan ke Palembang Indah Mall, ada yang mau dicari juga di sana. Jadinya, sebelum pergi aku udah bilang ke Kiki buat bawa helm. Eh, dianya malah lupa. Akhirnya, aku memberanikan diri buat ngebonceng dia tanpa helm, padahal kan banyak polisi kalo siang hari gitu.

Pas pergi sih, aman terkendali. Masalahnya pas pulang itu, di angkatan 66 itu polisinya 'agresif', sampe ke tengah-tengah jalan gitu, biasanya kan dia cuma nongkrong di posnya doank. -___-"

Jadilah, aku mencari celah biar gak ketangkep polisi. Tapi, celahnya gak ketemu, aku pun memutuskan untuk meminta Kiki jalan kaki sampe ke seberang. Karena takut kejadian yang sama terulang lagi, kami memutuskan untuk beli helm. Keberuntungan emang gak sedang berpihak ke kami deh, di toko itu kagak ada helm murah, semuanya mahaaal.

Kami pun nekat tetep pergi ke PIM tanpa helm buat Kiki, eh dijalan sebelum mall yang dituju sudah berdiri tegap si Pria Berompi Hijau. Dan, Kiki harus turun lagi deh, kesian! Dirasa aman, kita jalan lagi.

Tapi, tepat di depan mall itu, banyak banget pria-pria berompi hijau. Hampir ajah aku nurunin Kiki di jalan, sebelum akhirnya sadar kalo mereka itu adalah para tukang becak yang kompak dikasih rompi hijau sama pihak tertentu. Saking parnonya sama rompi hijau, tukang becak yang pada pake celana pendek ajah tetep ngebuat panik.

Jadinya, aku sama Kiki ketawa-tawa terus di motor sampe masuk ke mall. Ih nyebelin banget sih, kenapa juga harus rompi hijau, kan bisa pake rompi pink, ungu atau biru kek. Biar kita yang agak bandel ini kagak pada shock ngeliatnya, huuuufffh, >,<

Hey! Pria Berompi Hijau

Melihatmu, mendebarkan jantungku,
Mengingatmu, menyesakkan pikiranku,
Melewatimu, berpacu denyut nadiku,
Berhadapan denganmu, sungguh akan kuhindari itu.

Kau, pria berompi hijau,
Entah kenapa aku slalu panik saat melihatmu berdiri tegap di sudut jalan itu,
Slalu merasa ada yang kurang pada diriku,
Entah apa itu, aku merasa rasa khawatir itu senantiasa melingkupiku.
Dan, duhai pria berompi hijau, baik-baiklah sama kami yah? Hahaha

Sakusia


Ini gambar yang dikirimin sama temen via WhatsApp, gak tau juga kenapa dia ngirimin gambar ini ke aku. Mungkin karena cantik kali yah?

Pas ngeliat gambar ini aku jadi inget sama pohon yang ada di sekitaran masjid di jalan ke arah rumahku, pohonnya tinggi, gak banyak daunnya, tapi, bunganya itu loh, cantik! Dulu, waktu SMP aku sering banget pergi ke sekolah pagi-pagi biar bisa ngeliat bunganya yang warna ungu dan pink itu berguguran dari pohon, yah berasa kek musim gugur gitu deh.


Apalagi kalo mau hujan, bunganya itu terbang ke mana-mana, aku dan beberapa temenku biasanya muter-muter di bawah pohon, biar bunganya jatuh ke muka. Dulu kan gak malu, malah kadang suka malu-maluin. Jadi mah cuek ajah kalo diliatin orang di jalan. Hahaha

Sekarang, pohon itu udah tua, jadi gak pernah berbunga lagi. Aku gak pernah lagi ngeliat warna ungu dan pink itu bertebaran di sekitar jalanan masjid itu. Lagipula, sekarang aku gak jalan kaki lagi, kalopun lewat paling hanya sepintas. Kangen ih masa-masa itu, masa-masa polos dan gak ada beban, kecuali PR yang menggunung dari guru.

Oya, mau tau nama pohon itu apa? Namanya sakusia = sakura Indonesia ^^

Kamis, 06 September 2012

Ingatlah Hari Ini

Kamu sangat berarti
Istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti
Kita t'lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini

Ketika kesepian menyerang diriku
Gak enak badan resah tak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku

Don't you worry just be happy
Temanmu di sini
Project Pop - Ingatlah Hari Ini

Hari-Hari Penting
Milad Aci, Des 2010



Milad Dwi, Des 2011
Milad Kiki, Juni 2012

An Nahl
Niat banget mo foto, sampe harus ke BKB. Padahal mah cuma buat nampang di slide doank, hahaha
Ini juga, ckckck. LDK MENYAPA, Juni 2009
Ba'da acara mentoring, TPKS (Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya)
An Nahl gejeeeeee, huaaa, KANGEN!!

Kita
  1. Di kapal mau berangkat ke Bandung, libur Semester Juli 2011
  2. Di RS liat anak murabbiyahku, kapan?? Lupaaa,
  3. Di Bukit Siguntang, Rihlah Mentoring Gabungan Universitas PGRI Palembang.

Ingatlah hari ini, hari-hari di mana kita pernah melaluinya bersama.
Ada canda, tawa, juga ceria.
Ada kamu, dia dan kita.

Semua tentang kita, akan slalu terasa begitu indah.
Meski mungkin tak bisa bersama seperti masa-masa yang pernah ada.

Meski mungkin, nanti kamu akan jauh di sana.
Kita terpisah karena suatu jarak,
Tapi, ketahuilah hanya raga kita yang kan berjauhan.
Di hatiku, kamu slalu ada, dekat dan melekat.

Ukhti, aku sungguh menikmati tiap kebersamaan kita.
Dulu, sekarang dan selamanya.
Ukhti, ajak aku bermain yah, kala aku rasa jemuh,
Jangan melupakanku, walau kita jauh.

Ukhti, aku akan merindukanmu,
Sekarangpun rindu, nanti pasti akan lebih rinduuuu,
Ukhti, uda lama yah aku gak manggil kamu ukhti? :p

An Nahl, saranghae coz Allah. ^^

Terima Kasih Padamu

Ukhti A: Nanti dia harus ngucapin ma kasih ke aku, hehehe.
Aku: Emang kenapa??
Ukhti A: Waktu SMA aku kan sering tuh ke kantor pajak, bayar pajak papah, jadi sering ngeliat kakak-kakak pegawai pajak di sana. Jadi pengen punya suami seperti mereka.
Aku: Kenapa?
Ukhti A: Wajahnya teduh, ngeliat mereka jadi ngerasa teduh. Wajah orang-orang cerdas dan sholeh itu meneduhkan kali yah, hahaha...
Aku: Ooo, terus ma kasih buat apa?
Ukhti A: Iya donk, kan karena do'aku dia bisa seperti sekarang. Aku berdo'a, mendapat suami yang cerdas juga sholeh, dan Allah mengabulkannya. Jadi, dia harus ucapin ma kasih ke aku. Dan ajaibnya, dia juga kerja di tempat yang sama. Allah emang Maha Baik deh, hehehe,..

Terima kasih?
Iya juga sih, berterima kasih lah pada seseorang yang senantiasa mendo'akan kebaikan untukmu, berharap Allah selalu menuntunmu di jalan kebenaran, menguatkanmu saat kamu rasa lelah, menghiburmu saat kamu sedang bersedih, meminta kepada Allah agar DIA memudahkan sgala urusanmu juga melancarkan rezekimu dengan cara yang halal dan thoyib, berharap Allah menjagamu dengan ketat, menjaga hati dan dirimu tetap TERJAGA. Tidak menginginkamu tersakiti ataupun berada dalam keburukan!


Ya, dia, seseorang yang tak pernah kamu tau siapa dan di mana dia berada. Yang wujudnya saja masih teramat samar untukmu, tapi, dia tak pernah hentinya mendo'akanmu di tiap kesempatan. Mungkin, sepertiga do'a-do'a yang terlantun itu adalah untukmu, untuk kebaikanmu, untuk melindungimu. Tentunya, ia berharap hal yang sama kamu lakukan untuknya, mendo'akannya.

Kita mungkin merasa do'a itu hanya untuk kita, padahal jika kita meminta mendapat suami/istri yang baik. Maka, dia, seseorang jauh di sana sedang mencoba menjadi seorang suami/istri yang baik untuk kita, nanti. Dia, berusaha sebaik mungkin menjemput rezeki yang halal dan thoyib, saat kita meminta seorang suami yang bertanggung jawab juga mandiri. Dia juga akan menjaga diri dan hati sebaik mungkin, saat kita berdo'a mendapat suami/istri yang terjaga. Serta banyak do'a yang terucap, indah. Dan, hanya kepada Allah lah bisikkan kalimat-kalimat permintaan itu tersampaikan.

Aku akan berterima kasih padamu, untuk do'a-do'a yang sempat kamu ucapkan untukku. Walau mungkin kamu gak akan pernah nyadar do'a-do'amu itu tersampaikan padaku. Terima kasih telah menjaga diri dan hati untukku, terima kasih telah berusaha menjadi imam yang baik bagiku juga anak-anak kita, nanti. Khamsahamnida ^^

Rabu, 05 September 2012

Serem Itu???

Phobia adalah rasa takut yang berlebihan akan sesuatu hal atau fenomena.
(Wikipedia)

Aku memiliki rasa takut yang agak berlebihan, menurut orang lain. Dua hal yang membuat aku merasa ketakutan yang agak berlebihan, bagiku rasa takut itu beralasan loh. Yah, itu menurutku, tapi mungkin tidak bagi orang lain.

Aku sangat takut sama hewan pengerat yang bertebaran di mana-mana itu, TIKUS. Entahlah sejak kapan aku mulai memiliki rasa takut kepada si penghuni selokan tersebut. Ketakutanku itu tidak hanya saat aku melihatnya, tapi membayangkannya saja, aku bisa ketakutan. Bahkan, aku pernah mimpi dan mimpi itu berhasil ngebuat aku teriak malem-malem, aku mimpi dia dan temen-temennya mengitariku, padahal aku uda naik kursi. Mimpi itu seakan nyata, aku teriak-teriak sambil tidur, sampe ibu dateng ke kamar, membangunkanku. Sumpah! Aku benci punya rasa takut seperti itu, pernah mau terapi biar dihilangkan rasa ketakutan yang berlebihan itu dariku, tapi sampe sekarang belom dilakuin juga tuh.

Kalau tadi tentang hewan, kali ini aku memiliki rasa takut yang agak berlebihan dan bagiku itu cukup beralasan loh. Aku takut naek OJEK, apa mungkin karena sering ngedenger citra buruk tentang tukang ojek yah? Aku juga gak tau, yang pasti aku anti banget naek ojek. Meski harus jalan jauuuuh, aku lebih memilih itu. Walaupun aku bukan orang yang suka jalan kaki, bagiku itu jauh lebih baik ketimbang harus naek ojek.

Pernah beberapa kali naek ojek, itu pun aku maunya bertiga sama temenku. Aku gak mau kalo berdua doank sama si tukang ojek, takut, beneran! Sebenernya aku gak punya pengalaman buruk dengan mereka, sama sekali. Tapi, ibu kadang mewanti-wanti ku biar hati-hati, dan aku menyikapinya dengan ekstra kehati-hatian ku yang agak berlebihan. Yah, akhirnya seperti sekarang ini. Aku tidak takut kalo ketemu mereka di jalan, ataupun harus bertegur sapa, tapi tidak untuk menaikinya. Aku akan memilih 1001 cara biar aku gak harus naik angkutan satu itu, ckckck.


Pengen sih menghilangkan rasa ketakutan berlebihan ini dariku, tapi meski dicoba, sulit untuk ngebuat aku berani untuk sekedar berpikir tentang hal itu. Mungkin kalo suatu waktu hewan pengerat itu tidak semenyeramkan seperti sekarang kali yah dan kalo yang satu itu, kayanya aku perlu punya 'ojek' pribadi, suamiku pastinya, hehehe.