Jumat, 31 Agustus 2012

Pernah Alay

Masih mending pernah jadi alay, daripada pernah dan masih jadi alay.
Alay itu jadi keren kalo ada "pernah" di depannya, bukan "masih", apalagi "selalu".
[Oka @landakgaul]

Baca twit ini bikin senyam senyum sendiri, bener banget tuh. Two thumbs up deh!

Awalnya aku gak pernah ngerasa jadi alay, dan menurutku anak-anak alay itu agak gimanaaa gitu. Tapi, mungkin bagi mereka ke-alay-an mereka itu merupakan sesuatu yang keren, bagi mereka. Dan bagi kita yang melihatnya, itu adalah alay.

Eh ternyata aku dan mungkin juga kalian pasti pernah jadi alay, gak percaya?
Coba deh perhatiin hal terkecil yang mungkin gak pernah kamu anggap itu alay, tapi ternyata hal itu adalah bentuk ke-alay-an kita di jamannya kita.

Contohnya;

[1] Alamat email

Huaaaa, ternyata kita emang alay loh. Hayooo, coba liat alamat email kamu jaman dulu dan mungkin sampe sekarang masih kamu pake. Alay kah?
Alamat emailku: achie_luv.palestine@yahoo.com
Kurang alay apa coba? 
Kalo alay itu kan kata i ditambah ch diakhiri e, jadinya yah Aci =Achie *tepokjidat
Kata love dulu dan kayanya sampe sekarang banyak diganti dengan luv, luph, lope, dan entah ada modifikasi apalagi. =))
Dan, alamat emailnya tuh pasti agak gimanaaa gitu. Jadinya, pas sekarang aku ditanya sama orang 'penting' alamat emailku, aku malah bingung mau kasih emailku yang aktif, atau harus kasih yang baru??
Maluuuuu, cukup sudah waktu masih kuliah, pas ngirim tugas via email, dosenku bilang, "Ini siapa yang anak Palestina ini? Kenapa bisa nyasar ke kelas saya?" *huaaaaa, rasanya pengen minggat dari kelas itu

[2] Friendster

Ih, aku pertama kali alay banget kali yah di Friendster. Aku sampe lupa apa nama Friendsetr-ku itu, padahal itu adalah batu loncatan *jiyaaah sebelum akhirnya aku bisa bertengger di dunia maya dengan mengikuti berbagai jejaring sosial yang ada. Pasti namanya alay, pasti background-nya juga agak gimana gitu. 
Mungkin ajah namaku dulu berasal dari gabungan angka-angka, huruf dan tanda-tanda baca yang gak banget. Bisa jadikan namaku; D3$! D4HL!@NT! *huaaaa ngebayanginnya ajah bisa ngebuat aku ketawa tawa sendiri, *hadeeeeh

[3] Pose

Hahaha, ini nih bikin aku yakin kalo aku dulu emang alay. Dan mungkin sekarang juga akan dianggap alay bagi mereka yang melihatnya, *bodo ah, emang gue pikirin, :p

Anak alay itu kan slalu berpose dengan lambang V, terus tangan dibuat kaya pistol gitu, atau nopang dagu dan biasanya paling doyan poto close up. Berasa kek poto di kotak gitu deh, sempit dan agak gak leluasa. Padahal mah, tempatnya seluas jagat raya.

Kalo bareng temen, posenya kaya Power Rangers, semua pasang gaya masing-masing. Beneran alay deh! Kenapa gak poto biasa ajah gitu, kan bisa poto yang manis-manis gimana gitu. Tapi, alay tetap alay, baginya itu adalah keren, bagiku juga itu keren. =))

Dan, banyak hal alay yang tanpa sengaja dan tanpa kita sadari, itu adalah bentuk ke-alay-an kita, di jamannya kita. Tapi bagi kita, itu GAK ALAY. Karena itu adalah sesuatu yang keren di jamannya kita. Kalopun harus dianggap alay sama anak-anak yang baru melek di dunia kerennya mereka, it's no problem. Toh, gak ada hukuman untuk mereka-mereka yang alay kan? =))

Rabu, 29 Agustus 2012

Terlalu Biasa


Jika kamu mencari sosok yang cantik, maka bukan aku orang yang tepat. Jika kamu mencari sosok yang kaya raya, maka memilihku adalah salah alamat. Bahkan, jika kamu mencari sosok wanita yang taat, maka memilihku juga bukan jawaban yang akurat. Asal kamu tahu, aku memang tidak cantik di mata orang, karena jika kamu tulus mencintaiku, maka aku akan tetap cantik di matamu. Aku memang bukan gadis kaya raya yang hidup bergelimang harta, karena jika kamu tulus meminangku, kamu percaya pada janjiNya yang akan memberkahi rezeki pasangan yang menikah karenaNya. Dan aku juga bukan gadis shalihah dengan ketaatan yang sempurna, karena jika kamu tulus menikahiku, maka men-shalihah-kan diriku menjadi tujuanmu, dan kita bisa menikmati waktu dengan menjadi shalih bersama.

Jika mencintai seseorang harus dengan banyak syarat, maka aku telah gagal semenjak awal. Mencintai seseorang hanya butuh dukungan Tuhan, karena menggenapkan separuh agama bukan perkara sembarangan. Mencintai adalah hasil pekerjaan hati, maka memohonlah pada yang Maha Membolak-balikkan Hati agar kamu punya alasan yang tepat memilihku, karena aku tak ingin kamu kecewa karena telah memilihku.

Terimakasih untuk telah memilihku, meskipun aku tidak tahu, benarkah tulang rusuk ini milikmu? Hanya Tuhan yang tahu. Dan kita akan tahu itu nanti, pada masanya, pada saat seluruh manusia dikumpulkan bersama. Mereka tidak bertegur sapa, seperti tidak pernah mengenal sebelumnya, padahal mereka keluarga. Namun, ada diantara mereka yang kembali bersama, yaitu orang-orang yang mencintai karenaNya. Untuk itulah, mencintaiku hanya butuh dukungan Tuhan. Aku bukan wanita yang punya banyak alasan untuk dicintai. Jadi, maaf karena aku hanya memiliki ini, hati.
by : laninalathifa

Repost punya tetanggaku http://armelmelia.blogspot.com/search?updated-max=2012-08-24T13:16:00%2B07:00&max-results=7


Terlalu Biasa

Jika kau memilihku karena apa yang kau ketahui tentangku, sungguh, aku takkan pernah sama seperti yang kau ketahui. Ada banyak hal yang nanti kan berbeda dari apa yang selama ini coba kau kenali. Maka, kuharap kita akan senantiasa saling memahami di sepanjang perjalanan kita, nanti.

Jika kau memilihku karena kau ingin mendapatkan seseorang yang sempurna, sungguh wanita itu bukan aku. Aku memiliki banyak ketidaksempurnaan, yang mungkin takkan bisa kau terima. Aku hanya ingin mendampingi seseorang yang akan datang untuk menyempurnakan ketidaksempurnaanku, bukan dia yang mengharap seseorang yang sempurna.

Aku terlalu biasa, dengan paras yang juga biasa.
Aku terlalu biasa, dengan pengetahuanku yang hanya seberapa.
Aku terlalu biasa, dengan aktifitasku yang itu itu saja.
Aku terlalu biasa, dengan kekuranganku yang tak terkira.

Aku terlalu biasa, karena itu aku akan berusaha menjadi seseorang yang akan setia hanya padamu saja.
Aku terlalu biasa, karena itu aku hanya akan memberikan cinta hanya saat kita telah menjadi SAH.
Aku terlalu biasa, karena itu aku tak berharap kau seromantis para aktor Drama Korea.
Aku terlalu biasa, karena itu aku akan patuh dan taat padamu sebagai orang ketiga yang harus aku muliakan setelah Allah dan Rasulullah.

Yah, aku ini terlalu biasa, sangat biasa. Sadarilah itu selagi kau bisa, agar nanti kau takkan pernah merasa kecewa, karena memilihku sebagai seorang istri yang akan kau jaga dan kau cinta.
By: Aci Tankguh

Selasa, 28 Agustus 2012

Telat

Aku: "Ibu, Assalammu'alaykum? Pa kabar buk? Ini Desi, SMA 16, masih inget dak buk?"
Ibu Sosiologi: "Ooo, iya, ibu inget. Hmmm, ini Desi yang sering telat itu kan?" *kemudianhening

Masa' sih ibu cantik itu cuma inget kalo aku ini adalah siswa yang sering telat doank, emang gak ada apa sesuatu yang laen yang bisa diinget, mengingat aku pernah;
  1. Jadi juara kelas loh, *BenerinBrosJilbab
  2. Aku juga sering nyumbang tulisan di majalah sekolah, *PadahalMahAtensiDoank
  3. Aku juga anak baik-baik, *NamanyaJugaAnak-Anak
  4. Aku juga, juga, juga siswa yang paling membantu pembangunan sekolah.

Pembangunan sekolah?
Kok bisa?
Emang si Aci ini anak kontaktor gitu?
Ayahnya pengusaha, jadi banyak ngasih sumbangan.

BUKAN!!!

Di sekolahku itu ada slogan,
"Barangsiapa yang terlambat datang ke sekolah tanpa alasan yang syar'i, maka diwajibkan untuk membawa kerikil, batu bata, pasir, atau semen."

Dan, aku adalah siswa yang pernah membawa semua bahan-bahan bangunan yang dijadikan sebagai sanksi atas keterlambantanku itu. Sekali telat, hanya disuruh piket WC. Dua kali telat, bawa kerikil sebanyak satu kantong asoi 2 KG. Tiga kali telat, bawa batu bata, aku lupa berapa. Empat kali telat, bawa pasir, semen.

Dan jika namamu betah ada di buku piket, maka kamu pasti pernah membawa semuanya itu. Ya, sampe-sampe aku lupa berapa banyak yang uda aku sumbangkan untuk sekolah, saking seringnya telat ke sekolah.

Sekolahku itu unik, kata temen-temen sih, yang sekolah di sana itu adalah anak orang kaya. Tanya kenapa?
Karena di sana kagak ada angkutan umum, paling-paling becak, dan harganya itu mahal loh. Kebanyakan siswanya bawa motor sendiri, atau dianter sama kakak/bapaknya.

Dan sebagai ibu yang perhatian, ibuku mencarikanku langganan becak, berdua bareng temenku, Lesi.
Nah, kita ini emang pasangan paling sempurna. Saling menutupi kekurangan.
Kalo aku on time, Lesi pasti telat.
Kalo Lesi on time, akunya yang telat.
Kalo kita berdua lagi pada on time, mamang becaknya yang telat. *hadeeeeeh

Itulah salah satu penyebab terbesar keterlambatan kami, biasanya, kalo ada yang jadi penyebab dateng telat, selama perjalanan di becak, kita pada diem-dieman doank. Tapi, itu gak bertahan lama. Paling cuma sampe jam istirahat doank, pulangnya kita akrab lagi. Namanya juga ababil. =))

Kata orang-orang sih, ada 2 hal yang bisa membuat orang-orang mudah mengingatmu;
  1. Jadi anak yang baik-baik, manis dan memiliki prestasi tak terlupakan.
  2. Jadi anak yang nakal, biang ribut, suka telat, agak telmi, juga sering berantem.
Dan, aku sedih kalo ternyata guru-guru hanya mengingatku sebagai Desi si tukang telat, kan mirisss!
Hikzzz *nangis di bawah Jembatan Ampera


DAD



Walk with Me Daddy
Submitted by: BJscrapsalot
Author: Helen Bush


Walk alongside me, daddy
and hold my little hand.
I have so many things to learn
that I don't yet understand.

Teach me things to keep me safe
from dangers every day.
Show me how to do my best
at home, at school, at play.

Every child needs a gentle hand
to guide them as they grow.
So walk alongside me, daddy -
We have a long way to go.

Sabtu, 25 Agustus 2012

Never Ending

Ngeliat Dwi Sagita komen di salah satu status tetangga, aku ikutan komen, karena komennya menarik untuk dikomentari balik. =)) Padahal yang punya status adalah seorang trainer, dan merupakan sesepuh di kampus kami dulu, dulu? Mentang uda tamat, merdekaaa.

Khawatir bakal nyampah di sana, akhirnya *sepertinya belum berakhir kami terpaksa harus pergi. Daripada nanti komenan kami semua dibuat as spam sama yang punya akun, kabuuuuur adalah hal terbaik.


Tapi, perjuangan tiga rempong ini belum berakhir. Aku dengan berbaik hati membuatkan lapak di statusku, dengan resiko yang cukup besar tentunya *gaya. Siapa tau setelah ngeliat status dengan komen-komen aneh plus bahasa yang tak bisa ditranslate, banyak friend yang tiba-tiba meng-unfriend si Aci Tankguh.


Entahlah, meski tiap hari ketemu. Di dumay, sMs, telpon, bahkan tatap muka kami gak pernah kehabisan bahan pembicaraan. Ada aja hal-hal yang dikepoin, walaupun yang dikepoin itu penyebab terbesar buat jadi galau. Aaaah, hidup emang punya kita bertiga deh. Yang laen sewa lapak, =))

CINTA, Itu Kamu

Love is?
For me, love is you. Only you!

Jumat, 24 Agustus 2012

Menangismu

Pernah gak kamu ngerasa napas kamu seakan sesak, padahal kamu gak ASMA.
Jantung kamu terasa berdegup begitu cepat, padahal kamu gak sedang lari.
Dan, hati kamu terasa nyeri, padahal kamu gak lagi sakit.

Rasanya, ingin teriak ke pantai. Tapi, di tempat kamu gak ada pantai.
Ingin lari ke hutan, tapi takut nyasar.
Ingin teriak di atas gedung, nanti ditimpukin sandal.

Akhirnya, kamu cuma bisa menahan rasa-rasa itu dengan menekan perasaan terdalam kamu.
Membiarkannya untuk meredam sedalam-dalamnya rasa yang membuncah,
Menenggelamkan dalam kalimat, "Aku HARUS kuat!"

Tapi, tapi, air mata kadang tak bisa diajak kompromi.
Rasa yang menyesakkan, kadang dengan teramat cepat membuat bulir-bulir bening itu berjatuhan.
Membuat hati, jantung dan napas beriring dalam satu irama, seakan mendukung tumpahnya rasa yang terpendam itu. Tanpa ampun membuat matamu menjadi memerah lalu terlihat sembab.


Aku pernah mengalaminya, bahkan sering.

Pernah, karena dituntut seorang Ketua Pelaksana untuk segera menyelesaikan Laporan Pertanggung Jawaban, sebagai Sekretaris, aku terbebani. Saat laporan itu tak kunjung beres, aku berusaha untuk tetap kuat. Sampe satu tusukan jarum jilbabku tak sengaja mengenaiku, tangis itu mendadak pecah. Membuatku sesegukan di ruang sempit Sekretariat LDK di kampusku. Sampe seorang teman di sebelahku bingung, harus bersikap seperti apa untuk menenangkanku. Cengeng yah? ^^

Pernah, batal melaksanakan penelitian skripsiku karena dosen yang terus menghambat, kurang ini kurang itu. Ketika akhirnya semua selesai, hari di mana aku harus penelitian hujan turun dengan derasnya, hingga aku harus membatalkan jadwal penelitianku hari itu. Kebetulan sekali, teman dumay-ku menelepon, tanpa ba bi bu, aku langsung minta izin nangis. Nangis sekenceng-kencengnya, sampe handphone itu basah.
Kesian temenku itu, mungkin aja dia nelpon mau curhat, eh malah aku yang curhat ke dia.

Pernah, keegoisan hati untuk memiliki sesuatu. Padahal mungkin saja sesuatu itu bukan untuk dimiliki olehku. Mencoba untuk menerima, tapi hati begitu berat untuk menerimanya. Hingga rasa yang menyesakkan itu membuat aku kembali menangis, terisak dan nyeri di hati itu begitu menyakitkan. Sampai aku teringat kembali akan kalimat seorang teman, "Allah tidak akan menjauhkan apa yang menjadi milikmu, Allah akan mendekatkan apa yang telah dituliskan untukmu."

Mungkin, di masa yang akan datang, masih ada banyak lagi ujian-ujian tanda cinta-Nya. Maka, siapkanlah hati yang lapang. Jika kau tak mampu menampungnya, tumpahkanlah ia menjadi tangisan. Yang kelak kan kau rasakan ketenangan saat ia terlepaskan. Hatimu akan lebih bersinar, napasmu akan lebih teratur, dan hidupmu akan lebih berwarna.

Karena, ada banyak bahasa hati yang tak terucapkan dengan kata dan terkadang tangisan bisa menyampaikannya dengan begitu baik. Menangismu, bukan karena lemah. Menangismu, karena kau berusaha melepaskan rasa sakit dan kembali menjadi kuat setelahnya.