Sabtu, 22 September 2012

Seberapa Pantas?


3 hari ini lagunya Sheila On 7 ini selalu diputer oleh tetanggaku, padahal lagu lama loh. Kalo gak salah, ini lagu hits pas aku masih kelas 3 SMP, lama yah? bangettttt

Tapi, tetep suka sama lagunya. Lagu jaman dulu emang lebih bagus ketimbang lagu sekarang, lebih enak didenger. Dan, liriknya gak aneh-aneh!

Aku posting liriknya, diambil dari KapanLagi.com

Seberapa pantaskah kau untuk ku tunggu
Cukup indahkah dirimu untuk s'lalu kunantikan
Mampukah kau hadir dalam setiap mimpi burukku
Mampukah kita bertahan disaat kita jauh

*Seberapa hebatkah kau untuk kubanggakan
Cukup tangguhkah dirimu untuk s'lalu kuandalkan
Mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang
Sanggupkah kau meyakinkan disaat aku bimbang

Reff : Celakanya hanya kaulah yang benar benar aku tunggu
Hanya kaulah yang benar benar memahamiku
Kau pergi dan hilang ke mana pun kau suka
Celakanya hanya kaulah yang pantas untuk kubanggakan
Hanya kaulah yang sanggup untuk aku andalkan
Diantara peri aku s'lalu menantimu

Kembali ke *

Coda : Mungkin kini kau t'lah menghilang tanpa jejak
Mengubur semua indah kenangan
Tapi aku s'lalu menunggumu disini
Bila saja kau berubah pikiran

Jumat, 21 September 2012

Ikutan Random

Akhir-akhir ini pikiranku jadi random, loncat sana loncat sini.
Bermain ke masa lalu, lalu lompat ke masa depan, kembali mendarat ke masa sekarang.
Aaaaah, pokoknya random deh.

Mau tau kenapa?
Ini karena temen deketku mau nikah.
Kenapa aku yang ribet?
Entah, aku juga bingung kenapa aku jadi ikutan ribet?


Karena dia temen deketku, dari awal mau akan berproses *bahasanyaaaa dia cerita ke aku, semuanya. Jadi, kebayang kan aku otomatis ngerasain kegalauan dia, dari awal nyampe sekarang nyiapin buat resepsi pernikahannya. Kalo dia lagi bingung dan galau, aku lebih galau dari dia. Aneh? Emang aku aneh, perasaanku masalah orang lain itu kaya masalahku sendiri. Berasa yang punya beban itu adalah aku, karena aku slalu berusaha memposisikan diri sebagai orang yang sedang terlibat dalam suatu perkara, apa pun itu.

Jadi, pekan ini aku disibukkan dengan yang namanya gaun pengantin. Dia maunya pake baju adat, tapi tetap dengan jilbab lebar, tanpa sanggul juga tanpa make up yang gak Islami. Dan, aku juga temenku satu lagi diharuskan mikir solusinya apaan. Huaaaa, aku gak ada pengalaman. Pernah sih pas kakak aku nikah, aku ditugaskan ngurusin mba-ku, karena aku minta ini minta itu ke tukang riasnya, akhirnya aku diusir dari ruang rias pengantin. Hikzzzz, kejamnya tante itu yah? -__-"

Sepertinya, sampe akhir November aku akan ikutan random. Selesai satu hal, ada hal lainnya, dan begitu seterusnya. Tapi, aku seneng banget bisa ngebantu temenku menyiapkan semua ini. Karena, sang calon pengantin pasti pikirannya jauh lebih random dariku. Banyak hal yang berkejaran dan harus segera diselesaikan. Banyak impian yang terbentur dengan realita yang ada, dan semua harus disikapin dengan bijak.

Dan, aku percaya jika aku meringankan beban saudaraku, maka Allah akan meringankan bebanku.

Minggu, 16 September 2012

GIFT


Tak perlu kata-kata indah,
Tak butuh coklat, bunga, atau boneka,
Tak usah juga barang-barang mewah berikatkan pita.

Karena kamu, adalah hadiah terbaik dan terindah dari-Nya untukku.

Kamu adalah ayah dan ibuku, yang membuatku mengerti apa arti sebuah ketulusan dan pengorbanan tak berbatas. Memperlihatkanku arti kasih sayang tak terhingga. Menyadarkan aku, bahwa hadirku pernah sangat dinantikan. Dan, setidaknya bagi kalian, aku adalah sesuatu yang indah yang pernah kalian miliki.

Kamu adalah kakak dan ayukku, yang membuatku tau arti kata mengalah. Kalian mengalah, saat aku terlahir dan mengalihkan sementara perhatian ayah dan ibu dari kalian, ke padaku. Kalian slalu mencoba memberi yang terbaik buatku, adikmu. Mencoba menjadi contoh dan teladan yang pantas untukku.

Kamu adalah sahabat-sahabat yang kumiliki. Mengajarkanku arti kata persahabatan, pengertian dan pembelajaran. Banyak hal yang tlah kita lewati, kadang suka, kadang duka. Semua bermuara pada satu kata, cinta karena-Nya, maka kalian pun bertahan membersamaiku di kehidupan ini.

Kamu adalah sebuah nama yang tak pernah tereja, meski hanya sebatas inisial. Kamu, sebuah wajah yang tak tergambarkan, meski hanya tuk melintas secepat kilat. Kamu, sosok asing yang tak pernah mampu kuprediksi, meski rasa penasaran kerap menghadiriku. Kamu, seseorang yang tak pernah absen terucap dalam do'a-do'aku, sepertiga do'aku itu untukmu.

Sabtu, 15 September 2012

Nyanyian Kita

"Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu, dan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya"
diambil dari http://www.slideshare.net/gunawansr/arti-sebuah-sahabat


Seperti itu lah sahabat, si pengingat terbaik.
Bukan karena ingatan yang kuat, dia dikatakan pengingat yang baik.
Tapi, karena dia memahami bagaimana hatimu.
Yang menuntunnya untuk kembali mengingat bait-bait di dalam hatimu, yang pernah kamu nyanyikan.



Ada saatnya kita menjadi orang yang mendengarkan sebuah curahan hati seseorang, mencoba untuk mengerti, memahami, lalu mengingatinya. Kemudian memberikan beberapa masukan kecil sekedar menjadi bahan pertimbangan untuk penentu ke mana curahan hati itu akan mengarah.

Lalu, saat kita berada di posisi yang serupa. Tanpa pernah kita menyadarinya, dia memantulkan kalimat-kalimat serupa yang sempat tersampaikan kepadanya kala itu.

Ilustrasi

[Juni, 2012]

"Jangan pernah minder, tiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jangan karena ada banyak kekurangan, lantas kamu merasa tidak layak bersanding dengannya yang nampak 'sempurna' di pandanganmu? Kamu itu istimewa, dengan sesuatu yang tak dimiliki orang lain. Percayalah itu, kawan!"
~ Ukhti A ke Ukhti B~

[Juli, 2012)

"Sekufu itu hanya Allah yang tau. Mungkin mereka hebat bagimu, tapi kamu juga gak kalah hebat di pandanganku. Setiap orang punya keistimewaan masing-masing, so, gak usah pake minder deh."
~ Ukhti B ke Ukhti A ~

Jumat, 14 September 2012

Terlepaskan Sudah



Seperti tali terputus melepas puluhan balon warna-warni, terbang mengangkasa.
Seperti pelabuhan melepas kepergian kapal yang bertolak ke lautan luas, berlayar menjauh.
Seperti seorang ayah melepas putrinya, menjadi tanggung jawab lelaki yang berikrar di hadapannya.

Seperti itulah beban itu terlepaskan dari diri, hati juga dari sgala hal.
Perlahan tapi pasti, beban itu kian meringan, hingga kini ia benar-benar telah terlepaskan.

Mari Kita Rihlah

Hembusan angin kencang yang menerpa,
Deru gemuruh suara ombak yang berkejar-kejaran,
Hamparan pasir yang menjadi pijakan langkah-langkah kita,
Kilau cahaya matahari yang perlahan kembali ke peraduannya,

Potret pantai yang coba menawarkan keindahan,
Mengajak jiwa tuk lepaskan sgala kepenatan,
Memancing hati yang tengah rindu akan kedamaian,
Mengundang insan yang sedang menikmati kebersamaan.

Nanti, ajak aku ke sana yah?
Bermain di tepi pantai bersamaku,
Berlarian menghindari ombak yang saling berkejaran,
Berjalan menghabiskan senja, menatap matahari yang segera terbenam.





Kamis, 13 September 2012

Ikatan Takdir


"Ku bahagia kau telah terlahir di dunia. Dan kau ada di antara milyaran manusia. Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu"
[Perahu Kertas - Maudy Ayunda]

"Tuhan telah membuat kau dan aku terpaut lewat benang merah yang panjang, dalam sebuah ikatan takdir tak terlihat dan tanpa peta. Hingga nanti aku akan jatuh cinta saat bertemu denganmu."
[Quote - Dorama]


Mungkin saja kita pernah berada di tempat yang sama dalam kehidupan kita, namun kita tak pernah bertemu. Mungkin kita tidak sengaja pernah berpapasan jalan di perjalanan kita, tapi kita tidak saling tahu.

Akan tetapi, kita juga bisa berada di tempat yang berbeda sepanjang hidup kita. Namun, suatu hari kita dipertemukan di tempat yang sama, tanpa pernah kita membayangkannya. 

Ikatan takdir; tak pernah terlihat, terbaca ataupun terprediksi oleh indera kita. Alur cerita tentang kita akan selalu lebih indah dari yang pernah terpikirkan.