Rabu, 30 Januari 2013

Forgive and Forget

Memaafkan dan melupakan itu adalah dua hal yang berbeda.
Memaafkan tidak berarti kita melupakan apa yang telah terjadi,
Memaafkan tak berarti kita tak ingat apa yang membuat hati terluka,
Memaafkan tak sama dengan membiarkan semua yang pernah ada terlupakan begitu saja.

Beberapa orang yang memiliki ingatan tajam, tak serta merta melupakan apa yang telah berlalu.
Baginya memaafkan dan melupakan adalah dua hal yang jelas berbeda,
Dia bisa memafkan kesalahan orang lain padanya,
Namun dia tak bisa melupakan apa yang telah orang itu lakukan padanya.

Mungkin bukan rasa dendam di hati,
Lebih ke sebuah perasaan yang biasa ada pada beberapa orang,
Rasa tak bisa melupa,

Tak selalu dikaitkan dengan kebencian,
Ia hanya belum mampu melupa sesuatu yang sempat membekas,

Waktu! Yah, waktu yang akan memangkas rasa itu,
Waktu yang akan perlahan menghapus beberapa hal yang seharusnya hilang dengan sendirinya,
Dengan waktu pula nantinya akan banyak hal yang lebih pantas untuk diingat, dikenang juga dibicarakan,
Daripada mengingat-ingat hal yang membuat hati tak suka,

Maafkanlah, lalu lupakanlah semuanya.
Nanti, kau akan dapati hatimu jauh lebih bebas,
Seperti burung-burung yang terbang mengangkasa,
Mengepakan sayap kebebasan bersama terpaan angin.


Rasanya Sakit

Ini tentang rasa sakit, yah rasa sakit itu adalah salah satu dari berbagai macam rasa yang ada di diri kita. Rasa senang, rasa lelah, rasa sedih, dan rasa-rasa lainnya. Sakit itu, yah rasanya SAKIT!


Seperti ada yang menusuk-nusuk di hati, terasa begitu menyesakkan. Sungguh!
Mungkin rasa itu dapat tergantikan dengan derai air mata yang menetes, tapi, rasa itu akan tetap menyesakkan. Bahkan mungkin terlalu menyesakkan, hingga air mata yang keluar tak mampu menenangkan hati yang kian bergemuruh itu.

Mungkin salahnya hati yang membiarkan sesuatu itu menyakitinya dengan sebegitunya. Jika kau tak mengizinkan sesuatu hal menyakitimu, maka sekuat apapun hal itu coba menyakitimu, tak akan mampu membuatmu terluka. Ia hanya akan terlewatkan begitu saja, dan kemudian hilang beriring waktu yang terus bergantian.

Ada Hati Yang Harus Dijaga

Bagimu, mungkin hidupmu adalah segalanya.
Tak ada sangkutannya dengan orang lain.
"Saya adalah saya, beginilah saya.
Kalau mau terima, yo wess.
Tidak bisa terima, juga tak apa."

Hei, ingatlah!
Nanti akan ada seseorang yang kan menemani hari-harimu,
Seseorang yang harus kau jaga hatinya,
Dia yang tak seharusnya kau sakiti, meski belum tiba masa untuk merengkuhnya.

Tak bisakah kau menjaga hatinya sedari sekarang?
Caranya?
Cukuplah kau menjaga dirimu, menjaga hatimu, juga menjaga interaksimu.
Sederhana bukan?!


Tak bisakah kau hanya berucap manis, berakrab ria, tertawa begitu lepas hanya padanya saja?
Nanti, nanti akan ada yang menanggapi sekecil apapun rasa yang kau miliki.
Sesederhana apapun hal yang kau lakukan, meski hanya sebuah pesan pendek yang tak indah.

Yah, nanti akan ada yang selalu memberikan pundaknya untukmu bersandar,
Memberi seulas senyuman menenangkan saat kau sedang lelah,
Yang akan memberikan semua waktunya hanya untuk mendampingimu.

Tak bisakah kau menjaga hatinya, sedari sekarang?

Sabtu, 19 Januari 2013

Ada Jarak?



Kau tau, kawan? Bagiku jarak terjauh bagi kita itu bukan betapa jauhnya kau berada dari sisiku, meski kau ada di seberang pulau sana, meski kau tinggal di sebuah kota kecil di seberang lautan luas itu. Aku masih bisa merasa kita dekat, tak bersekat.

Namun, jarak terjauh itu jika hatiku dan hatimu tak lagi berada di frekuensi yang sama. Tak ada lagi kedekatan antara jiwaku yang gersang dan jiwamu yang damai. Pun ketika pikiranku tak lagi sejalan dengan pikiranmu.

Memahami itu tak hanya tentang mengerti, namun lebih dari itu, menerima. Menerima diri yang bergelimang kekurangan ini, menerima hati yang kadang mengeras ini, menerima pemikiran yang tak mau menurut katamu.

Yah! Menerima semuanya. Jika kita telah saling menerima, kita akan bisa saling memahami satu sama lain.

Rabu, 16 Januari 2013

Episode Sederhana


Sederhana saja, bahagia itu bisa dengan hal-hal sederhana yang kamu lakukan dengan tulus untuk orang lain. Tak perlu dengan banyaknya rencana manis yang agak merepotkan, atau dengan memaksa diri merangkai kalimat-kalimat cantik untuk disampaikan, juga tak usah menghamburkan uang hanya untuk mendapat seulas senyuman. Cukup dengan hati, maka akan sampai juga pada hati.